Summarize the post with AI

Penemuan ini bukan yang pertama bagi ENI di kawasan Cekungan Kutai. Sebelumnya, perusahaan yang sama telah mencatat dua keberhasilan eksplorasi di zona yang sama: penemuan cadangan besar di Geng North pada 2023, serta sumur Konta-1 yang berhasil dikonfirmasi pada 2025. Rentetan penemuan ini memperkuat pandangan bahwa Cekungan Kutai masih menyimpan potensi hidrokarbon yang jauh dari kata habis.

Bahlil memaparkan proyeksi produksi yang ambisius. Pada 2028, produksi ENI diperkirakan akan menyentuh puncaknya di angka 2.000 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), melonjak tajam dibandingkan kapasitas produksi saat ini yang berada di kisaran 600 hingga 700 MMSCFD. Angka itu bahkan akan terus didorong menuju 3.000 MMSCFD pada 2030.

Di sisi kondensat, produksi diproyeksikan mencapai sekitar 90.000 barel per hari pada 2028, dan berpotensi meningkat menjadi 150.000 barel per hari pada rentang 2029 hingga 2030 dari seluruh wilayah kerja yang dikelola ENI di Indonesia.

Dalam upaya monetisasi, ENI tengah mengevaluasi skema pengembangan yang akan diintegrasikan dengan proyek North Hub — sebuah inisiatif yang akan mengandalkan fasilitas produksi terapung baru bertipe Floating Production Storage and Offloading (FPSO) berkapasitas 1 miliar kaki kubik gas per hari dan 90.000 barel kondensat per hari. Proyek ini juga akan menyerap kapasitas fasilitas yang sudah beroperasi, termasuk Kilang LNG Bontang.



Follow Widget