JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Lebih dari 200 kepala daerah dijerat Komisi Pemberantasan Korupsi sejak 2004 hingga 2026. Angka itu bukan sekadar statistik — bagi anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo, ini adalah bukti nyata bahwa reformasi sistem kepartaian di Indonesia sudah tidak bisa lagi ditunda.
Bamsoet, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa negara harus mengambil peran aktif dalam memperkuat sistem kepartaian agar lebih sehat, transparan, dan akuntabel. Pernyataan itu disampaikannya di Jakarta pada Selasa, 6 Mei 2026, dan langsung menyentuh akar masalah demokrasi yang selama ini kerap diabaikan.
Menurut Ketua MPR RI ke-15 tersebut, pembenahan partai politik bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak. Tanpa partai yang kuat dan berintegritas, demokrasi Pancasila yang menjadi fondasi republik ini akan terus goyah dihadapan berbagai tantangan zaman.
Masalah terbesar, kata Bamsoet, berpangkal pada mahalnya biaya politik dan lemahnya sistem pendanaan partai. Data KPK menunjukkan bahwa ratusan kasus korupsi yang menjerat politisi dan kepala daerah justru berakar dari dua persoalan mendasar itu — sebuah lingkaran setan yang sulit diputus tanpa intervensi sistemik.
Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini menilai transparansi pendanaan partai harus menjadi prioritas dalam agenda reformasi politik nasional. Tanpa kejelasan arus dana, pintu korupsi akan selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang memegang kekuasaan.
Tak hanya soal uang, Bamsoet juga menyoroti kelemahan dalam sistem rekrutmen kader. Selama ini, proses pencalonan pemimpin di internal partai masih jauh dari standar transparansi dan kompetensi yang seharusnya menjadi tolok ukur utama.
Partai politik, dalam pandangannya, idealnya berfungsi sebagai laboratorium kepemimpinan — tempat kader ditempa, dididik, dan disiapkan untuk melayani rakyat. Namun kenyataan di lapangan masih jauh dari ideal itu.
Fenomena politik transaksional, pragmatisme kekuasaan, dan praktik politik uang masih menjadi wajah nyata perpolitikan Indonesia hari ini. Bamsoet menyebut ketiganya sebagai pekerjaan rumah serius yang harus diselesaikan secara sistematis, bukan tambal sulam.
Di sisi masyarakat, pendidikan politik juga dinilai perlu diperkuat secara konsisten. Pemilih yang rasional dan tidak mudah terpengaruh oleh disinformasi adalah prasyarat penting bagi tumbuhnya demokrasi yang substansial, bukan sekadar demokrasi prosedural lima tahunan.
Bamsoet mengingatkan bahwa para pendiri bangsa sejak awal telah memilih demokrasi Pancasila sebagai jalan tengah terbaik — sebuah sistem yang tidak hanya mengandalkan mekanisme pemilihan, tetapi berakar pada nilai-nilai luhur yang hidup dalam jiwa bangsa.
Esensi demokrasi, baginya, adalah keseimbangan antara kebebasan dan tanggung jawab. Keseimbangan yang mustahil tercapai bila partai politik — sebagai salah satu pilar utama demokrasi — masih bergerak dalam logika transaksional dan kehilangan arah ideologisnya.
Tanpa pembenahan yang serius dan menyeluruh terhadap sistem kepartaian, demokrasi Indonesia berisiko terjebak dalam rutinitas elektoral yang ramai namun kosong makna. Bamsoet meyakini, hanya dengan partai yang sehat, demokrasi Pancasila bisa benar-benar kokoh dan relevan menjawab tantangan masa depan.
FAQ :
Apa yang dimaksud Bamsoet dengan pembenahan sistem kepartaian? Bamsoet merujuk pada perbaikan menyeluruh yang mencakup transparansi pendanaan partai, sistem rekrutmen berbasis kompetensi, serta penguatan fungsi kaderisasi agar partai politik dapat melahirkan pemimpin berkualitas.
Mengapa korupsi kepala daerah dikaitkan dengan lemahnya sistem partai? Berdasarkan data KPK, mahalnya biaya politik dan lemahnya sistem pendanaan partai menjadi akar dari banyak kasus korupsi. Hal ini menciptakan tekanan finansial yang mendorong pejabat mencari sumber dana ilegal setelah terpilih.
Apa peran pendidikan politik dalam memperkuat demokrasi menurut Bamsoet? Pendidikan politik yang kuat akan membentuk pemilih yang rasional dan kritis, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh politik uang maupun disinformasi yang merusak kualitas proses demokrasi.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.