JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Cuaca ekstrem menjadi ancaman nyata bagi ratusan ribu jemaah haji Indonesia musim ini. Suhu udara di Makkah dan Madinah tercatat mencapai 35 hingga 39 derajat Celsius, memaksa pemerintah memperketat imbauan keselamatan demi mencegah jatuhnya korban akibat kelelahan dan dehidrasi.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Maria Assegaf, tampil ke publik pada Jumat, 1 April 2026, membawa sederet pesan serius yang ditujukan kepada seluruh jemaah, terutama mereka yang masuk kategori rentan seperti lansia dan penderita penyakit kronis.
Maria menegaskan bahwa jemaah tidak boleh memaksakan diri beraktivitas di luar ruangan saat siang hari ketika matahari berada di titik paling terik. Ia menganjurkan agar jemaah memperbanyak konsumsi air putih, selalu menggunakan pelindung kepala atau payung saat keluar ruangan, serta mengatur jadwal istirahat dengan disiplin guna menjaga stamina sepanjang rangkaian ibadah.
Imbauan ini bukan sekadar basa-basi protokol. Paparan panas berkepanjangan tanpa perlindungan yang memadai dapat berujung pada heat stroke atau sengatan panas, kondisi medis darurat yang bisa mengancam jiwa dalam hitungan jam.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.