JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Badan Pembangunan PBB membunyikan alarm keras soal ancaman kemiskinan massal yang kian nyata. Alexander De Croo, Kepala Program Pembangunan PBB, menegaskan bahwa terhentinya aliran bahan bakar dan pupuk sebagai dampak dari konflik yang tengah berlangsung berpotensi menjerumuskan lebih dari 30 juta orang kembali ke jurang kemiskinan dalam rentang waktu yang tidak lama lagi.
“Sekalipun senjata berhenti berbunyi esok hari, efek domino dari krisis ini sudah terlanjur bergerak. Lebih dari 30 juta orang berisiko kehilangan apa yang susah payah mereka raih selama bertahun-tahun,” ujar De Croo, sebagaimana dikutip Al Jazeera, Jumat, 24 April 2026.
Ia menambahkan bahwa krisis ketahanan pangan global tengah melaju menuju titik paling kritis, dan ruang untuk melakukan intervensi efektif semakin menyempit. “Puncak dari krisis pangan ini sudah di depan mata, dalam hitungan bulan. Dan kita tidak punya banyak kartu yang bisa dimainkan untuk membalikkan keadaan,” tegasnya.
De Croo turut membeberkan dampak ekonomi makro dari krisis tersebut yang tidak kalah mengkhawatirkan. Perhitungannya menunjukkan bahwa guncangan akibat konflik ini telah memangkas sekitar 0,5 hingga 0,8 persen dari total Produk Domestik Bruto dunia, sebuah angka yang mencerminkan betapa dalamnya luka yang ditinggalkan oleh ketidakstabilan geopolitik terhadap perekonomian global.





















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.