PUNGGAWANEWS, SINJAI – Memasuki satu tahun kepemimpinan Bupati Hj. Ratnawati Arif bersama Wakil Bupati Andi Mahyanto Masda, pemerintahan yang dikenal dengan akronim RAMAH menorehkan sejumlah capaian strategis berbasis data makro daerah. Evaluasi kinerja tahun pertama ini merujuk pada rilis resmi Badan Pusat Statistik Kabupaten Sinjai tahun 2024–2025.
Di sektor kesejahteraan, persentase penduduk miskin Kabupaten Sinjai pada 2025 tercatat sebesar 7,41 persen, turun 0,41 persen poin dibandingkan 2024 yang berada pada angka 7,82 persen. Secara absolut, jumlah penduduk miskin berkurang dari 19,4 ribu orang menjadi 18,44 ribu orang atau turun sekitar 960 jiwa.
Tidak hanya dari sisi persentase, kualitas penurunan kemiskinan juga tercermin pada membaiknya Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) yang turun dari 0,25 pada 2024 menjadi 0,21 pada 2025. Angka ini menunjukkan bahwa kesenjangan pengeluaran antarpenduduk miskin semakin menyempit dan kelompok masyarakat terbawah semakin mendekati garis kemiskinan.
Bupati Ratnawati Arif menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran pemerintah daerah, dukungan masyarakat, serta sinergi dengan pemerintah pusat.
“Penurunan angka kemiskinan dan indeks keparahan menjadi bukti bahwa program yang kami jalankan benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Bagi kami, keberhasilan bukan sekadar statistik, tetapi perubahan nyata dalam kualitas hidup warga,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Di bidang pembangunan manusia, Kabupaten Sinjai juga mencatat kemajuan signifikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 71,81 pada 2024 menjadi 72,76 pada 2025. Kenaikan sebesar 0,95 poin ini tercatat sebagai pertumbuhan tertinggi di Provinsi Sulawesi Selatan dengan laju 1,32 persen.
Komponen penyusun IPM pun menunjukkan tren positif. Angka Harapan Hidup meningkat dari 73,04 tahun menjadi 73,36 tahun. Harapan Lama Sekolah mencapai 13,46 tahun, sementara Rata-rata Lama Sekolah berada pada 7,97 tahun. Dari sisi daya beli, pengeluaran riil per kapita masyarakat naik dari Rp10,66 juta pada 2024 menjadi Rp11,11 juta pada 2025.
Sementara itu, sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah juga memperlihatkan kinerja menggembirakan. Produksi padi meningkat 12,03 persen, dari sekitar 95 ribu ton menjadi 106,42 ribu ton Gabah Kering Giling. Capaian ini menegaskan bahwa sektor primer tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi dan stabilitas kesejahteraan masyarakat Sinjai.
Bupati Ratnawati menegaskan, pemerintahan RAMAH akan terus menjaga konsistensi visi pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
“Setahun memimpin adalah fondasi. Ke depan, kami akan memperkuat pemberdayaan ekonomi, menyiapkan SDM yang siap kerja, serta meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan. Target kami jelas, kemiskinan terus menurun dan Sinjai semakin maju,” tegasnya.
Satu tahun pemerintahan RAMAH menjadi penanda awal konsolidasi pembangunan yang berbasis data dan terukur. Dengan tren indikator makro yang membaik, Kabupaten Sinjai menunjukkan arah pembangunan yang semakin progresif dan berorientasi pada kesejahteraan berkelanjutan.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.