Summarize the post with AI
Antusiasme Berbagai Kalangan
Menjelang waktu berbuka, Masjid Al-Hakim dipadati jamaah dari berbagai kalangan, termasuk anak muda yang mulai tertarik mengikuti tradisi ini. Salah seorang peserta yang pertama kali mengikuti buka basamo mengaku tertarik setelah melihat unggahan di media sosial.
“Biasanya saya hanya salat tarawih saja, tapi kali ini ingin mencoba buka puasa bersama sekaligus salat Magrib dan Isya di sini,” ujar seorang pemuda.
Setelah azan Magrib berkumandang, jamaah berbuka dengan takjil, dilanjutkan salat Magrib berjamaah. Usai salat, mereka berbaris rapi untuk menerima hidangan makan malam yang telah disiapkan.
Melestarikan Nilai Gotong Royong
Tradisi buka basamo bukan sekadar acara makan bersama, melainkan manifestasi nilai sosial masyarakat Minangkabau dalam menjaga kebersamaan. Dahulu, surau menjadi pusat kehidupan sosial masyarakat Minang—tempat belajar agama, musyawarah, dan berkumpul di bulan Ramadan. Dari kebiasaan berbuka bersama para santri dan jamaah di surau inilah tradisi buka basamo berkembang hingga kini.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.