Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, SINJAI – Persoalan keselamatan pengendara di sejumlah ruas jalan strategis Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara, kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, keluhan warga disampaikan langsung dalam forum reses legislatif yang digelar Anggota DPRD Kabupaten Sinjai, Andi Ridwan Darul Aqsa Palevi, yang akrab disapa Andi Didit.
Pertemuan yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Biringere pada Senin siang (16/2/2026) tersebut menjadi ajang curhat warga terkait buruknya infrastruktur keselamatan jalan di wilayah mereka. Keluhan paling mengemuka adalah minimnya rambu-rambu peringatan di lokasi yang selama ini kerap menjadi titik terjadinya tabrakan.
Masyarakat secara khusus menyoroti kondisi perempatan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Sukowati yang mengarah ke Kelurahan Biringere. Menurut warga, titik simpang tersebut membutuhkan rambu peringatan berupa tanda “Hati-hati” guna mengantisipasi laju kendaraan yang sering tidak terkendali.
Tak hanya itu, kebutuhan mendesak lainnya adalah pemasangan cermin tikungan atau cermin cembung di sejumlah persimpangan vital, antara lain perempatan Jalan Sukowati, kawasan Ranggong Daeng Romo di Kalaka, dan Jalan Veteran.
Warga menjelaskan, kontur jalan yang menanjak dari arah Kalaka menyebabkan pandangan pengendara tertutup saat hendak memasuki persimpangan. Ketiadaan cermin cembung membuat mereka tidak bisa mendeteksi keberadaan kendaraan dari arah berlawanan, sehingga risiko tabrakan menjadi sangat tinggi.
“Kami sudah lama mengeluhkan ini, tapi belum ada tindak lanjut. Padahal nyawa taruhannya,” ujar salah seorang warga saat menyampaikan aspirasinya.
Merespons keluhan tersebut, Andi Didit—yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Sinjai—menyatakan kesediaannya untuk membawa aspirasi warga ke ranah kebijakan. Legislator yang membawahi Daerah Pemilihan 1 Sinjai itu menegaskan, persoalan keselamatan publik merupakan prioritas yang tak bisa ditunda-tunda.
“Kami akan perjuangkan pengadaan rambu-rambu tersebut lewat mekanisme anggaran perubahan. Ini soal keselamatan, bukan hanya soal infrastruktur biasa. Semua aspirasi yang masuk akan kami dorong ke pemerintah daerah,” tegas politisi Fraksi Gerindra itu.
Dalam kesempatan yang sama, Lurah Biringere, Andi Mudzil Djalil, mendorong masyarakatnya untuk aktif menyuarakan kebutuhan riil di lapangan. Menurutnya, forum reses semacam ini adalah momentum strategis untuk menjembatani kebutuhan warga dengan kebijakan pemerintah.
“Ini peluang langka. Sampaikan semua yang jadi kebutuhan masyarakat, supaya bisa diperjuangkan dan masuk dalam agenda pembangunan,” ujar Andi Mudzil dalam sambutan pembukaan.
Selain isu rambu lalu lintas, sejumlah aspirasi lain juga mencuat dalam diskusi, di antaranya keluhan soal lampu penerangan jalan yang sudah lama mati, kebutuhan mesin pemotong rumput untuk kebersihan lingkungan, penataan kabel-kabel telekomunikasi yang berantakan, hingga perbaikan akses jalan di Lingkungan Taipa yang kondisinya memprihatinkan.
Semua masukan tersebut dicatat oleh tim legislator dan dijanjikan akan dimasukkan dalam daftar usulan program yang akan diajukan kepada Pemerintah Kabupaten Sinjai dalam waktu dekat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Perhubungan maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sinjai terkait rencana pengadaan rambu-rambu tersebut.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.