Summarize the post with AI

PUNGGAWANEWS, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memimpin upacara peringatan Nuzulul Quran tingkat kenegaraan 1447 Hijriah yang digelar di Istana Negara, Senin (10/3/2026) malam. Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri 238 undangan, termasuk para menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga tinggi negara, dan tokoh-tokoh agama Islam terkemuka.

Dalam laporannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa peringatan tahun ini menjadi momentum strategis untuk mengukuhkan komitmen menjadikan Al-Quran sebagai sumber inspirasi dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. “Peringatan Nuzulul Quran yang diselenggarakan pada malam hari ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan publik,” ujar Nasaruddin.

Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Quran Surah An-Najm ayat 1-20 yang dibawakan oleh Muhammad Zian Fahrezi, qari berusia 11 tahun yang baru saja meraih juara pertama MTQ Internasional Al-Amid ketiga di Karbala, Irak, tahun 2026. Penampilan memukau bocah asal Indonesia ini mendapat apresiasi khusus dari Presiden Prabowo yang meminta Zian menghadap seusai acara.

Ceramah Quraish Shihab: Kedamaian dan Keadilan

Puncak acara ditandai dengan penyampaian uraian hikmah Nuzulul Quran oleh pakar tafsir terkemuka, Prof. Dr. KH. Muhammad Quraish Shihab. Dalam ceramahnya yang berjudul “Mewujudkan Al-Quran sebagai Rahmat Alam Semesta”, Quraish Shihab menekankan pentingnya keseimbangan hidup dan sikap toleran terhadap perbedaan.

“Keseimbangan kata-kata yang digunakan Al-Quran mengajarkan kita agar hidup seimbang. Allah menciptakan alam raya ini seimbang – matahari dan bulan berjalan dengan peredaran yang sangat jitu dan teliti,” papar ulama yang juga pendiri Pusat Studi Quran ini.

Quraish Shihab menjelaskan bahwa Al-Quran memberikan ruang bagi perbedaan pemahaman tanpa harus menimbulkan pertentangan. Ia mencontohkan perbedaan dalam menentukan awal Ramadan dan Idul Fitri yang tidak perlu memicu konflik. “Perbedaan yang dikehendaki Al-Quran adalah sama dengan falsafah bangsa kita, Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.

Dalam konteks kepemimpinan nasional, Quraish Shihab menyampaikan doa khusus untuk Presiden Prabowo dengan mengutip ajaran Syekh Mutawalli Sya’rawi. “Jika Yang Mulia ditakdirkan untuk menegakkan keadilan dan perdamaian, maka kami akan berdoa agar Yang Mulia ditolong oleh Tuhan, dan kami akan membantu,” ujarnya.

Komitmen Prabowo: Keadilan dan Pemberantasan Korupsi

Merespons ceramah tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan sambutan yang penuh semangat tentang komitmen pemerintahannya. Ia menegaskan bahwa tugas utamanya sebagai presiden adalah melindungi seluruh tumpah darah dan rakyat Indonesia tanpa memandang suku, ras, maupun agama.

“Tugas saya sebagai Presiden Republik Indonesia adalah untuk melindungi seluruh tumpah darah Indonesia, seluruh rakyat Indonesia. Seluruh rakyat Indonesia, apapun sukunya, apapun rasnya, apapun agamanya harus dilindungi, harus dijaga, harus diurus, harus dirawat, harus dibina,” kata Prabowo.

Kepala negara juga menyinggung tantangan global yang penuh ketidakpastian dan menekankan pentingnya persatuan nasional. “Di tengah dunia sekarang yang penuh ketidakpastian bahkan penuh bahaya, kita perlu menggalang persatuan di antara kita, menggalang kerukunan di antara kita,” jelasnya.

Prabowo secara tegas menyatakan komitmennya memberantas korupsi dan praktik penyelewengan. “Kita harus menghilangkan korupsi, penyelewengan, semua praktik-praktik yang tidak benar dan tidak baik yang dilarang oleh semua agama. Itu adalah ajaran agama dan ajaran sejarah,” tegas Prabowo dengan nada mantap.

Presiden juga mengingatkan bahwa tidak ada negara yang berhasil jika pemerintahannya tidak mampu membersihkan diri dari korupsi. “Kita tidak boleh kalah dengan mereka yang ingin mengambil kekayaan rakyat, membawanya ke negara lain dan memelihara bangsa dan rakyat Indonesia dalam keadaan lemah,” tambahnya.

Visi Kemandirian dan Kesejahteraan

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo memaparkan visi pemerintahannya untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan rakyat. Ia meyakini Indonesia memiliki kekayaan alam yang cukup untuk menghapus kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan.

“Kita harus berjuang keras untuk menghilangkan kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan dari seluruh rakyat kita. Kita tidak boleh mengizinkan ada di antara rakyat kita yang terlantar. Kita mampu,” ujar Prabowo.

Presiden juga menekankan pentingnya kemandirian di sektor pangan dan energi. “Bangsa Indonesia harus mandiri. Bangsa Indonesia harus berdiri di atas kaki kita sendiri. Pangan dan energi harus kita mandiri,” katanya dengan penuh keyakinan.

Hadirin Terkemuka

Peringatan Nuzulul Quran kali ini dihadiri sejumlah tokoh penting negara. Hadir dalam acara ini Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua DPD Sultan Baktiar Najamudin, Ketua Mahkamah Agung Prof. Sunarto, serta para menteri dan kepala lembaga.

Dari kalangan tokoh agama, turut hadir Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH. Yahya Cholil Staquf, perwakilan Pengurus Pusat Muhammadiyah, Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi, Habib Nabil Almusawa, serta pemimpin berbagai ormas Islam seperti Persis, PUI, Aisyiyah, Fatayat NU, Muslimat NU, dan lainnya.

Acara yang berlangsung pada malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadan ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Prof. Quraish Shihab. Presiden Prabowo mengakhiri sambutannya dengan seruan persatuan dan kerja keras untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan sejahtera.

“Mari kita bersatu. Mari kita bekerja keras. Mari kita amankan dan selamatkan seluruh rakyat kita. Kita akan berhasil, kita akan unggul. Kita akan mengatasi semua kesulitan,” pungkas Prabowo disambut tepuk tangan hadirin.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________

🏮
🏮
🏮
🟢
🟢
🌙 Hitung Mundur Hari Raya Idul Fitri 1447 H
0
Hari
0
Jam
0
Menit
0
Detik
PUNGGAWANEWS.COM