JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Hampir delapan dari sepuluh warga Indonesia menyatakan puas terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menjelang dua tahun masa pemerintahannya. Angka ini bukan sekadar klaim, melainkan hasil survei nasional yang dilakukan di 36 provinsi dengan metodologi ketat.
Indonesia Network Election Survey (INES) merilis temuannya pada Minggu, 27 September 2026. Survei yang menjaring 1.400 responden selama periode 8 hingga 20 September 2026 itu menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error ±2,48 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Direktur Eksekutif INES, Andri Gunawan, menyampaikan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Prabowo berada di angka 79,3 persen. Sementara 17,4 persen responden menyatakan kurang atau tidak puas terhadap kinerjanya.
Tak hanya soal kepuasan, tingkat kepercayaan publik kepada presiden juga terbilang tinggi, yakni mencapai 82,1 persen. Hanya 16,5 persen yang menyatakan keraguan atau ketidakpercayaan terhadap jalannya pemerintahan.
Dari sisi politik, mayoritas masyarakat menilai kondisi perpolitikan nasional dalam keadaan yang stabil dan kondusif. Sebanyak 78,3 persen responden memberikan penilaian positif terhadap situasi politik, sementara 18,6 persen menganggap kondisi politik masih buruk dan tidak stabil.
Penilaian serupa juga muncul dalam bidang diplomasi. Sebanyak 80,3 persen responden menyatakan puas dan percaya terhadap strategi diplomasi Prabowo yang menempatkan penguatan ekonomi Indonesia sebagai agenda utama dalam berbagai lawatan ke luar negeri. Angka ini menunjukkan bahwa kiprah Prabowo di panggung internasional mendapat sambutan hangat dari rakyatnya sendiri.
Bidang hukum dan tata kelola pemerintahan juga mencatat hasil yang menggembirakan. Sebanyak 78,2 persen responden menyatakan puas terhadap upaya pemberantasan korupsi di era Prabowo. Di sisi kebebasan berpendapat, angkanya bahkan lebih tinggi, yakni 81,2 persen responden merasa puas dengan kondisi kebebasan sipil yang ada.
Program-program pro-rakyat yang digulirkan pemerintah juga mendapat sambutan positif. Sebanyak 78,2 persen responden mengapresiasi keberanian, ketegasan, serta kecepatan eksekusi kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Angka ini mencerminkan bahwa masyarakat merasakan langsung dampak dari program-program yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan.
Dalam hal penanganan kemiskinan, 68,2 persen responden menyatakan puas dengan langkah-langkah yang diambil pemerintah. Program kesejahteraan sosial dan bantuan sosial (bansos) juga mendapat dukungan kuat, dengan 78,7 persen responden yang merasa puas dengan pelaksanaannya di lapangan.
Salah satu program unggulan yang paling disorot adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini mendapat dukungan yang sangat besar, di mana 78,2 persen responden menyatakan setuju agar program ini dilanjutkan. Hanya 18,4 persen yang menolak kelanjutannya, sementara 3,4 persen tidak memberikan jawaban.
Menurut Andri, tingginya dukungan terhadap program MBG menunjukkan bahwa kebijakan tersebut memiliki relevansi tinggi dengan kebutuhan dasar masyarakat lintas lapisan. Program ini dinilai menyentuh langsung persoalan gizi dan daya beli yang selama ini menjadi kekhawatiran banyak keluarga Indonesia.
Namun di balik deretan angka yang menggembirakan itu, terdapat satu titik lemah yang tidak bisa diabaikan: sektor ekonomi rakyat. Tingkat kepuasan terhadap kinerja ekonomi hanya berada di angka 50,8 persen, sementara 45,1 persen responden menyatakan belum puas.
Kenaikan harga kebutuhan pokok dan lesunya lapangan kerja menjadi dua keluhan utama yang disuarakan masyarakat. Sebanyak 54,8 persen responden mengeluhkan tingginya harga bahan pokok yang terus membebani pengeluaran rumah tangga. Sementara itu, 50,7 persen responden merasa kurang puas terhadap penanganan masalah ketenagakerjaan.
Dua angka ini menjadi catatan merah yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Di tengah kepuasan tinggi di berbagai bidang, tekanan ekonomi harian masih menjadi beban nyata yang dirasakan oleh sebagian besar warga.
Andri menegaskan bahwa capaian positif yang tercermin dalam survei ini merupakan indikator penting bahwa arah kebijakan pemerintah sudah berada pada jalur yang tepat. Namun ia juga menekankan bahwa tantangan di sektor ekonomi harus segera dijawab dengan langkah-langkah konkret.
Menjelang genap dua tahun pemerintahannya, Prabowo menghadapi dua wajah realitas yang berbeda. Di satu sisi, kepercayaan dan kepuasan publik di level yang tinggi menjadi modal besar untuk terus melanjutkan agenda pembangunan. Di sisi lain, tekanan ekonomi yang belum mereda menjadi ujian sebenarnya dari komitmen pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat.
Survei INES ini menjadi cermin yang jujur: masyarakat mengapresiasi niat dan kecepatan gerak pemerintah, tetapi mereka juga menunggu hasil nyata di meja makan dan di pasar tradisional.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.