Menurut Andri, tingginya dukungan terhadap program MBG menunjukkan bahwa kebijakan tersebut memiliki relevansi tinggi dengan kebutuhan dasar masyarakat lintas lapisan. Program ini dinilai menyentuh langsung persoalan gizi dan daya beli yang selama ini menjadi kekhawatiran banyak keluarga Indonesia.
Namun di balik deretan angka yang menggembirakan itu, terdapat satu titik lemah yang tidak bisa diabaikan: sektor ekonomi rakyat. Tingkat kepuasan terhadap kinerja ekonomi hanya berada di angka 50,8 persen, sementara 45,1 persen responden menyatakan belum puas.
Kenaikan harga kebutuhan pokok dan lesunya lapangan kerja menjadi dua keluhan utama yang disuarakan masyarakat. Sebanyak 54,8 persen responden mengeluhkan tingginya harga bahan pokok yang terus membebani pengeluaran rumah tangga. Sementara itu, 50,7 persen responden merasa kurang puas terhadap penanganan masalah ketenagakerjaan.
Dua angka ini menjadi catatan merah yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Di tengah kepuasan tinggi di berbagai bidang, tekanan ekonomi harian masih menjadi beban nyata yang dirasakan oleh sebagian besar warga.
Andri menegaskan bahwa capaian positif yang tercermin dalam survei ini merupakan indikator penting bahwa arah kebijakan pemerintah sudah berada pada jalur yang tepat. Namun ia juga menekankan bahwa tantangan di sektor ekonomi harus segera dijawab dengan langkah-langkah konkret.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.