Summarize the post with AI
Pembakaran 1969 dan Intifada
Pada Agustus 1969, seorang ekstremis Zionis membakar bagian dalam Masjid Al-Qibli. Mimbar bersejarah peninggalan Salahuddin al-Ayyubi yang tersohor sebagai salah satu terindah di dunia hangus terbakar. Mimbar yang terdiri dari lebih dari 10.000 potong kayu yang dirangkai tanpa paku atau lem itu memerlukan pemulihan lebih dari 20 tahun karena Israel membatasi masuknya bahan restorasi.
Perlawanan rakyat Palestina terus berlangsung. Tahun 1987, tewasnya empat warga Palestina di pos pemeriksaan Gaza memicu Intifada Pertamaโgelombang perlawanan besar untuk membebaskan Palestina dan Masjid Al-Aqsa. Tahun 2000, kunjungan Ariel Sharon ke halaman Al-Aqsa dengan lebih dari 1.000 anggota polisi memicu Intifada Kedua. Sejak itu, pembatasan terhadap jamaah Palestina makin diperketat, terutama bagi laki-laki usia 18-50 tahunโkondisi yang berlangsung hingga kini.
Status Quo yang Terus Terancam
Maret 2013, Raja Abdullah I dari Yordania menandatangani kesepakatan dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas yang menegaskan kembali bahwa Raja Yordania adalah penjaga resmi tempat-tempat suci di Yerusalem, termasuk Masjid Al-Aqsa.
Namun upaya mengubah status quo terus berlanjut. Tahun 2013-2014, sejumlah rancangan undang-undang diajukan di parlemen Israel untuk memberikan izin ibadah bagi Yahudi di kompleks masjid. Oktober 2014, untuk pertama kalinya sejak 1967, Israel menutup total akses ke Masjid Al-Aqsa, memicu protes besar-besaran di seluruh dunia Islam.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.