Summarize the post with AI
Memasuki abad keempat ketika Kaisar Konstantinus Agung menganut Kristen, kawasan Al-Aqsa semakin terabaikan. Tempat yang dulunya suci itu bahkan dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga setempat. Kondisi memprihatinkan ini berlangsung berabad-abad hingga datangnya Islam.
Isra Mi’raj dan Pemulihan Kehormatan
Peristiwa Isra Mi’raj mengembalikan kedudukan mulia Masjid Al-Aqsa. Rasulullah SAW melakukan salat di tempat ini dan memimpin para nabi sebelum melanjutkan perjalanan spiritual ke Sidratul Muntaha. Saat peristiwa tersebut, kawasan Al-Aqsa masih berupa daratan lapang dengan batu besarโAs-Sakhrahโyang memiliki rongga di bawahnya. Batu inilah yang menjadi kiblat pertama umat Islam sebelum diperintahkan menghadap ke Masjidil Haram.
Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, Yerusalem dibebaskan tanpa pertumpahan darah pada tahun 637 M. Setibanya di lokasi Al-Aqsa, Umar tidak menemukan bangunan masjid, melainkan tanah terbengkalai yang penuh kotoran peninggalan era Romawi. Khalifah kedua ini membersihkan tempat suci tersebut dengan tangannya sendiri dan memulai pembangunan kembali. Kehadiran pemerintahan Islam disambut baik oleh penduduk Yahudi dan Kristen karena keadilan yang ditegakkan.
Pada akhir abad ke-7, Khalifah Abdul Malik bin Marwan membangun kubah besar di atas batu As-Sakhrah yang dipercaya sebagai tempat Nabi Muhammad SAW memulai Mi’raj. Bangunan inilah yang kini dikenal sebagai Dome of the Rock.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.