Summarize the post with AI
Nabi Ibrahim kemudian membangun kembali tempat ibadah ini. Keturunannya, termasuk Nabi Ishaq dan Nabi Yakub, meneruskan tradisi beribadah di lokasi suci tersebut. Namun ketika Nabi Yusuf menjadi bendahara di Mesir dan memindahkan keluarganya ke sana, Bani Israil meninggalkan Palestina. Pemeliharaan tempat suci kemudian dilanjutkan oleh penduduk asli Palestina yang juga mengikuti ajaran Ibrahim.
Setelah empat abad berada dalam perbudakan di Mesir, Bani Israil dibebaskan melalui kepemimpinan Nabi Musa. Namun ketika diperintahkan kembali ke Palestina, mereka menolak karena ketakutan, sehingga dijatuhi hukuman mengembara 40 tahun di Padang Tih.
Dari pengembaraan panjang itu muncul generasi baru yang lebih taat, termasuk Nabi Daud yang kemudian menjadikan Yerusalem sebagai pusat pemerintahan. Kepemimpinan dilanjutkan oleh putranya, Nabi Sulaiman, yang membangun kembali seluruh kompleks Masjid Al-Aqsa dengan struktur jauh lebih megah. Beliau juga mendirikan istana besar yang pembangunannyaโsebagaimana diabadikan dalam Al-Quran surah Saba ayat 12-13โdibantu oleh para jin atas izin Allah.
Kehancuran Berulang dan Penelantaran Era Romawi
Sepeninggal Nabi Sulaiman, kerajaan terpecah dan melemah. Pada 587 SM, pasukan Babilonia di bawah Raja Nebukadnezar menghancurkan Yerusalem dan meratakan Masjid Al-Aqsa. Meski sempat dibangun kembali di era Persia yang lebih toleran, pada tahun 70 Masehi kompleks ini kembali dirusak oleh tentara Romawi pimpinan Raja Titus menyusul pemberontakan Yahudi.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.