Summarize the post with AI

TEHERAN, PUNGGAWANEWS — Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah militer Iran mengeluarkan peringatan keras terkait langkah Presiden AS, Donald Trump, yang memerintahkan blokade di kawasan strategis Selat Hormuz.

Melalui Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya (KCHQ), komando gabungan Angkatan Bersenjata Iran, pihak Teheran menegaskan bahwa kebijakan tersebut akan memicu konsekuensi jangka panjang bagi Washington. Iran bahkan mengisyaratkan akan memperluas dampak konflik dengan menutup sejumlah jalur perdagangan penting di kawasan.

Komandan KCHQ, Ali Abdollahi, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam jika blokade angkatan laut Amerika terus berlanjut. Ia menegaskan, Iran siap mengambil langkah balasan dengan menghentikan aktivitas perdagangan di sejumlah perairan vital.

“Angkatan bersenjata kami tidak akan membiarkan arus perdagangan berlangsung di Laut Merah apabila blokade ini diteruskan. Kami juga akan menghentikan seluruh aktivitas ekspor dan impor di Teluk Persia maupun Laut Oman jika tekanan dari Amerika tidak dihentikan,” ujarnya dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran dan dikutip dari Times Of Israel, pada Rabu (15/4).

Langkah tegas ini muncul setelah Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan melakukan operasi pemblokiran terhadap kapal-kapal yang menuju dan keluar dari pelabuhan Iran di kawasan Teluk. Operasi tersebut melibatkan kapal perang canggih, termasuk kapal perusak berpeluru kendali, yang memperketat pengawasan di jalur pelayaran internasional tersebut.

Dalam pernyataannya, Abdollahi juga menilai tindakan Washington berpotensi melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati kedua pihak. Ia memperingatkan bahwa eskalasi ini dapat menjadi titik awal dari pelanggaran yang lebih luas.

“Jika blokade Selat Hormuz terus dilakukan, maka itu merupakan awal dari pelanggaran gencatan senjata,” tegasnya.

Situasi ini menambah ketidakpastian di kawasan Timur Tengah, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi distribusi energi global. Setiap gangguan di wilayah tersebut berpotensi memicu dampak luas terhadap perdagangan internasional dan stabilitas ekonomi dunia.



Follow Widget