BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Summarize the post with AI

Ia menjelaskan: jika putranya pulang bersama Abu Qudamah, itu berarti kabar duka — karena ia tidak menginginkan anaknya kembali kecuali sebagai syahid. Namun jika anaknya gugur di medan jihad, itulah berita yang ia nantikan dengan penuh kebahagiaan.

Abu Qudamah tak kuasa menahan tangis. Ia menyampaikan bahwa sang putra telah gugur sebagai syahid dan telah menyusul sang ayah. Mendengar itu, sang ibu bersujud syukur kepada Allah — memuji dan memuliakan-Nya karena anaknya berhasil menjalankan perintah-Nya.

Refleksi: Di Mana Kita Mendidik Anak-anak Kita?

Ustadz Khalid Basalamah mengakhiri kisah ini dengan sebuah renungan tajam. Di tengah realitas hari ini, banyak orang tua justru merasa bangga ketika anak-anak mereka mengikuti tren dunia, mempertontonkan aurat, meninggalkan pendidikan agama, atau dikirim ke negeri yang jauh dari nilai-nilai Islam hanya demi kebanggaan duniawi.

Padahal, kisah ibu dan pemuda dalam riwayat ini mengajarkan hal yang berbeda: bahwa mendidik anak untuk yakin akan janji Allah, takut akan ancaman-Nya, dan menjadikan akhirat sebagai tujuan utama — itulah investasi terbesar seorang orang tua.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________