Berbeda dengan Muhammadiyah, pemerintah menetapkan awal Ramadhan melalui Sidang Isbat yang mengombinasikan metode hisab dan rukyatul hilal di berbagai wilayah Indonesia.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, menyampaikan bahwa meskipun kalender Hijriah pemerintah dan sejumlah ormas mencantumkan 1 Ramadhan pada 19 Februari 2026, keputusan resmi tetap menunggu hasil Sidang Isbat.

Sidang Isbat akan melibatkan unsur pemerintah, ulama, pakar astronomi, serta perwakilan organisasi masyarakat Islam, termasuk NU. Selama ini, NU cenderung sejalan dengan keputusan pemerintah karena sama-sama mendasarkan penetapan awal bulan pada hasil rukyatul hilal.

Secara internasional, perkiraan awal Ramadhan 2026 juga menunjukkan variasi. Lembaga kemanusiaan Muslim Aid memprediksi Ramadhan dimulai sekitar 19 Februari 2026, bergantung pada hasil pengamatan hilal di masing-masing negara.

Human Relief Foundation memperkirakan Ramadhan dimulai pada malam Rabu, 18 Februari 2026, dan berakhir pada malam Kamis, 19 Maret 2026. Sementara itu, Dubai’s Islamic Affairs and Charitable Activities Department (IACAD) memprediksi awal Ramadhan berada pada rentang 17–19 Februari 2026, dengan kecenderungan jatuh pada 18 Februari.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________