PUNGGAWANEWS, JAKARTA – Menjelang bulan suci Ramadan 2026, dokter Zaidul Akbar membagikan tips pola konsumsi yang dapat membantu umat Muslim menjaga stamina dan mencegah dehidrasi selama menjalankan ibadah puasa.

TIPS Minuman dan Makanan Agar Tidak Cepat Lapar dan Haus Berpuasa Ramadhan 2026 dr.Zaidul Akbar

Dalam pemaparannya, dr. Zaidul memperkenalkan minuman tradisional bernama Sakanjabin, sebuah ramuan warisan dari peradaban masa lampau yang dipercaya mampu mengurangi rasa haus berkepanjangan. Minuman ini terbuat dari bahan-bahan sederhana: cuka dan madu dengan perbandingan 1:2, yang dapat ditambahkan daun mint serta biji kemukus untuk meningkatkan khasiatnya.

“Sakanjabin bukan sekadar menghilangkan dahaga, tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan pencernaan,” jelas dr. Zaidul. Menurutnya, cuka yang digunakan bisa beragam—mulai dari cuka apel, cuka madu, hingga cuka nanas—disesuaikan dengan preferensi masing-masing individu.

Proses pembuatannya cukup praktis. Daun mint dan biji kemukus direbus terlebih dahulu hingga aromanya keluar, kemudian dicampurkan dengan larutan cuka dan madu. Ramuan ini dapat dikonsumsi saat sahur maupun berbuka puasa untuk membantu tubuh mempertahankan cairan lebih lama.

Pola Makan Sehat Saat Ramadan

Selain minuman, dr. Zaidul juga menekankan pentingnya strategi konsumsi makanan yang tepat. Ia menyarankan agar umat Muslim mempersiapkan sistem pencernaan dengan mengonsumsi buah atau sayuran terlebih dahulu sebelum makanan berat, mirip dengan tradisi makan miso di Jepang atau kimchi di Korea.

Untuk berbuka puasa, buah semangka direkomendasikan sebagai pilihan ideal karena kandungan kalorinya rendah namun sangat menghidrasi tubuh. “Semangka akan lebih efektif bila dikonsumsi bersama garam laut non-olahan atau kurma untuk menyeimbangkan kebutuhan mineral tubuh,” tambahnya.

Sementara untuk menjaga rasa kenyang lebih lama, dr. Zaidul menganjurkan konsumsi protein seperti tahu, tempe, telur, dan ikan, sambil mengurangi porsi karbohidrat bila memungkinkan.

Alternatif Minuman Berprotein

Pakar kesehatan ini juga memperkenalkan minuman berbahan kacang hijau yang telah direndam untuk menghilangkan kandungan antinutrisi. Kacang hijau yang telah direndam dapat diblender bersama jahe dan daun pandan, kemudian disaring untuk diminum sebagai sumber protein cair.

“Ini bukan bubur kacang hijau biasa, melainkan susu kacang hijau yang sangat mengenyangkan,” jelasnya. Minuman ini dapat dipermanis dengan madu atau gula aren, bahkan ditambahkan santan segar bila diinginkan.

Sebagai alternatif lain, alpukat yang dikerok dan dicampur gula aren juga direkomendasikan sebagai sumber energi dan protein, terutama bila dikombinasikan dengan telur ayam kampung rebus.

Pentingnya Pemilihan Minuman yang Tepat

Dr. Zaidul mengingatkan bahwa pemilihan minuman saat berbuka sangat berpengaruh pada kondisi tubuh selama berpuasa keesokan harinya. Ia menyarankan untuk menghindari teh saat sahur karena sifat diuretiknya yang dapat mempercepat pengeluaran cairan tubuh.

“Prioritaskan minuman yang bersifat menghidrasi seperti Sakanjabin atau jus buah segar untuk membantu tubuh menyimpan cadangan cairan lebih optimal,” pungkas dokter yang dikenal dengan pendekatan pengobatan herbal dan alami ini.

Dengan menerapkan pola konsumsi yang tepat dan memanfaatkan bahan-bahan alami warisan tradisi, diharapkan umat Muslim dapat menjalani ibadah puasa Ramadan 2026 dengan lebih nyaman dan tetap menjaga kesehatan optimal.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________