Summarize the post with AI

Dari dua belas IKM tersebut, empat di antaranya telah berhasil menembus posisi pemasok resmi perlengkapan jemaah haji. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Reni Yanita mengungkapkan bahwa produk yang disuplai mencakup batik, mukena, hingga kain ihram. “Produk IKM binaan kami, mulai dari batik, mukena, hingga kain ihram telah menjadi bagian dari perlengkapan resmi jemaah haji Indonesia,” kata Reni.

Delapan IKM batik lainnya yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta turut mendapat fasilitasi sertifikasi Batikmark dari Kemenperin. Sertifikat ini menjadi syarat mutlak keabsahan batik yang digunakan sebagai seragam resmi jemaah haji, sekaligus menjadi jaminan keaslian produk di tengah derasnya persaingan dengan produk impor.

Direktur Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan menyebut sertifikasi Batikmark bukan sekadar urusan administratif, melainkan instrumen perlindungan identitas budaya sekaligus kualitas produk. “Sertifikat Batikmark memastikan bahwa seragam batik yang dikenakan jemaah haji merupakan batik asli produksi IKM Indonesia,” tegasnya.

Untuk memperluas jangkauan pasar, Kemenperin juga mendorong IKM binaannya tampil dalam ajang Expo UMKM Haji dan Umrah. Salah satu gelaran terbaru dilaksanakan di Medan pada April 2026, memberi kesempatan bagi para IKM untuk memperkenalkan produk mereka secara langsung kepada calon jemaah.



Follow Widget