BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Summarize the post with AI

Rekan-rekannya di dewan menilai ia terlalu besar untuk tinggal di sana. Mereka mendorongnya maju ke kursi wakil bupati, kemudian bupati. Dengan modal Rp500.000 di dompet, Dedi mendaftarkan diri ke KPU untuk Pilkada 2008. Ia menang melawan bupati petahana. Pada periode kedua, perolehan suaranya melonjak hingga 67 persen.

Di balik semua pencapaian itu, Dedi selalu menyebut satu nama dengan mata yang basah: ibunya. Seorang perempuan yang tidak pernah mengaku sakit, tidak pernah mengaku susah, dan selalu tersenyum menghadapi kesulitan. Bahkan saat sang ibu sudah kehilangan daya ingat, Dedi tetap datang bercerita dan memanjatkan doa — dan ia percaya, setiap doa yang ia panjatkan di sisi ibunya selalu dikabulkan oleh Allah.

Kini, anak yang dulu berburu belalang di sawah dan tidur tanpa bantal itu memimpin Jawa Barat — provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Ia menggratiskan pendidikan, menggratiskan layanan kesehatan, memerintahkan ambulans menjemput warga sakit langsung dari rumah, dan menjaga ponselnya tetap menyala 24 jam agar siapapun bisa menghubunginya kapan saja.

“Tidak ada kata miskin, tidak ada kata kampung, tidak ada kata tertinggal,” ujarnya. “Yang ada adalah kita setara dengan siapapun.”

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________