BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Summarize the post with AI

PUNGGAWANEWS, BANDUNG — Tak banyak pemimpin daerah di Indonesia yang perjalanan hidupnya sepenuhnya lahir dari kerasnya kemiskinan. Dedi Mulyadi adalah salah satunya. Gubernur Jawa Barat itu bukan sekadar sosok yang berhasil naik jabatan — ia adalah bukti hidup bahwa ketekunan, kejujuran, dan doa seorang ibu mampu membalikkan takdir.

Dedi lahir sebagai anak bungsu dari sembilan bersaudara di Subang, Jawa Barat. Ayahnya seorang tentara yang terpaksa pensiun di usia 28 tahun setelah jatuh sakit akibat diracun oleh mata-mata Belanda. Setelah tidak lagi berseragam, sang ayah mencoba peruntungan sebagai kuli perkebunan — namun justru diberhentikan karena terlalu jujur, menolak ikut dalam praktik curang penjualan pupuk. Akhirnya, ibunyalah yang menjadi tulang punggung keluarga, turun ke sawah setiap hari sebagai buruh tandur dan pencangkul.

Masa kecil Dedi jauh dari kata nyaman. Di awal bulan, lauk meja makan mereka adalah ikan asin. Lewat tanggal lima, yang tersisa hanya garam dan bawang — dibagi rata untuk sembilan anak. Untuk menambah gizi, sang ibu mengajak anak-anaknya berburu belalang sawah di malam hari. Baju baru hanya datang sekali setahun, saat Lebaran tiba.

Namun kemiskinan tidak membuat Dedi berdiam diri. Sejak kelas empat SD, ia sudah mengangkut batu bata sejauh hampir lima kilometer dari hutan menuju kampung, dibayar satu perak per bata. Ia berjualan es mambo bukan semata untuk mencari uang, tetapi karena ingin bisa menikmati es seperti anak-anak lain — dan ia memilih menguangkan semuanya daripada memakannya sendiri. Ia juga berjualan layangan, menggembala domba, bahkan menjual cincin miliknya demi bisa membeli seekor kambing. Dari seekor kambing itu, keluarganya akhirnya bisa beternak hingga memiliki 40 ekor domba — dan dari situlah biaya sekolah mereka terpenuhi.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________