Gubernur Aceh juga kecewa lantaran pemerintah Indonesia masih enggan menerima bantuan dari negara asing. Dalam wawancara dengan Najwa Shihab, Gubernur Muzakir Manaf bahkan menangis sambil menyampaikan rasa pasrahnya kepada Tuhan:
“Kalau kita bergantung kepada manusia, kita kecewa. Tapi kalau kita bergantung kepada Allah, ya kita terima semua apa adanya.”
Melawan kebijakan pusat, Gubernur Aceh akhirnya memutuskan untuk menerima bantuan dari beberapa negara, termasuk Malaysia dan Cina. Bantuan dari LSM Cina bahkan dilaporkan sedang mengevakuasi jenazah yang tertanam lumpur dan dijadwalkan membawa bantuan obat-obatan dalam jumlah besar.
Fakta Miris di Balik Bencana
Di tengah bencana, muncul fakta baru yang sangat miris dan menggemparkan. Ditemukannya label “Kemenhut” dan nama perusahaan pada kayu-kayu gelondongan yang terbawa banjir memperkuat dugaan bahwa akar masalah bencana ini adalah pembalakan liar dan eksploitasi hutan yang dilakukan oleh perusahaan yang bekerja sama dengan pihak yang bertanggung jawab atas hutan.
Fakta ini menyimpulkan bahwa bencana besar yang menimpa masyarakat Sumatera, yang telah merenggut ratusan nyawa, sejatinya bermula dari eksploitasi hutan yang dilakukan oleh pihak yang seharusnya menjaga kelestarian alam.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.