Summarize the post with AI
JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Kementerian Perindustrian menyiapkan dua belas industri kecil dan menengah binaannya untuk mengisi rantai pasok perlengkapan ibadah haji tahun 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat daya saing industri nasional sekaligus memanfaatkan potensi besar pasar domestik yang selama ini belum tergarap optimal.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji dan umrah seharusnya menjadi lokomotif pertumbuhan bagi pelaku industri dalam negeri. “Pemerintah terus berupaya agar kebutuhan dalam negeri, termasuk untuk penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, dapat dipenuhi oleh produk industri nasional. Ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan daya saing IKM sekaligus memperluas akses pasar mereka,” ujar Agus dalam keterangannya, Sabtu, 18 April 2026.
Agus menilai ekosistem haji dan umrah menyimpan nilai ekonomi yang sangat besar. Dengan populasi muslim Indonesia yang mencapai ratusan juta jiwa ditambah kuota haji yang terus bertambah setiap tahun, peluang tersebut dinilai harus dikonversi menjadi nilai tambah nyata bagi industri nasional.
Keterlibatan dua belas IKM itu merupakan tindak lanjut dari kegiatan Business Matching Sektor Industri Pangan dan Barang Gunaan yang digelar bersama HIPPINDO pada Desember 2025. Forum tersebut mempertemukan para pelaku IKM dengan jaringan offtaker, mulai dari perusahaan travel haji dan umrah, agregator produk, hingga perbankan syariah, sehingga membuka jalur distribusi yang lebih terstruktur bagi produk-produk lokal.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.