Summarize the post with AI

PUNGGAWANEWS, JAKARTA – Ustaz Abdul Somad Batubara memberikan pencerahan mendalam tentang Lailatul Qadar dan peristiwa turunnya Al-Quran dalam ceramah di Masjid Darussalam, Kota Wisata, Cibubur, yang berlangsung pada awal Ramadan.

Dalam pemaparannya, ulama asal Riau ini menjelaskan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala sengaja merahasiakan waktu pasti Lailatul Qadar dengan tujuan edukatif. “Kalau dikasih tahu, malam yang lain akan sepi. Seandainya disebutkan dalam Al-Quran bahwa Lailatul Qadar adalah malam 21, maka hanya malam itu saja masjid akan penuh. Setelah itu tidak ada lagi,” ujarnya.

Menurutnya, kerahasiaan ini bertujuan agar umat Islam memiliki dua perasaan sekaligus: ketakutan tidak mendapatkannya dan harapan untuk memperolehnya. Hal ini mendorong umat untuk konsisten beribadah sepanjang Ramadan, terutama pada 10 malam terakhir.

Perdebatan Seputar Peringatan Nuzulul Quran

Ustaz Abdul Somad menjelaskan perbedaan pandangan ulama mengenai waktu turunnya Al-Quran. Berdasarkan Tafsir Ibnu Katsir, terdapat berbagai pendapat—mulai dari malam pertama, ketiga, kelima, hingga kesembilan Ramadan.

Di Indonesia, peringatan Nuzulul Quran umumnya dilaksanakan pada malam ke-17, merujuk pada peristiwa Perang Badar yang terjadi 17 Ramadan. Sementara di Mesir, perayaan digelar malam ke-27 berdasarkan hadis Nabi yang menyebutkan pencarian Lailatul Qadar pada 10 malam terakhir bulan Ramadan, khususnya malam-malam ganjil.

“Sebagian ulama Mazhab Syafi’i berpendapat malam 17, itulah yang dipegang di Indonesia. Namun yang paling kuat adalah pada 10 malam terakhir, terutama malam-malam ganjil,” jelasnya.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________