Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, SINJAI – Perayaan hari jadi daerah kerap identik dengan gelontoran anggaran besar. Panggung megah, konsumsi mewah, hingga hiburan berkelas seolah menjadi standar baku kesuksesan sebuah peringatan. Namun, narasi berbeda tertulis di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Di usia 462 tahun, daerah ini memilih merayakan momen bersejarah tanpa menggelontorkan sepeser pun dari APBD—konsep yang dikenal dengan zero budget.
Di tengah tren pemborosan yang kerap mewarnai hajatan daerah, Sinjai justru mengambil jalan berbeda. Sosok kunci di balik strategi ini adalah Andi Irwan Syahrani, Sekretaris DPRD Sinjai, yang berhasil meramu perayaan khidmat namun hemat tanpa mengurangi esensi penghormatan terhadap sejarah lokal.
Dari Jargon Menjadi Aksi Nyata
Tema “Tumbuh Berdaya, Melaju Bersama” yang diusung dalam peringatan kali ini bukan sekadar pelengkap spanduk. Bagi Irwan, kalimat itu adalah cetak biru kerja. Tanpa dana khusus, ia menerjemahkan konsep “berdaya” lewat kolaborasi lintas sektor yang melibatkan legislatif, eksekutif, hingga elemen masyarakat.
“Ini bukan soal seremonial semata. Kami ingin membuktikan, anggaran terbatas bukan alasan untuk mengabaikan penghormatan pada sejarah daerah,” tegas Irwan saat ditemui di sela persiapan acara.
Ruang-ruang kerja di lingkungan DPRD dan pemerintah daerah pun disulap menjadi arena gotong royong. Ego sektoral ditanggalkan. Pejabat legislatif dan eksekutif bahu-membahu menyumbangkan tenaga, ide, dan sumber daya seadanya demi kelancaran rangkaian acara.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.