Summarize the post with AI
Pesan untuk Para Pemimpin
Kisah Said bin Amir bukan sekadar catatan sejarah. Ia adalah cermin. Umar bin Khattab sendiri, dalam perjalanan kepemimpinannya, dikenal sangat selektif memilih para gubernur dan walikotanya. Ia menimbang rekam jejak persahabatan mereka dengan Nabi, pengorbanan mereka dalam agama, dan sejauh mana mereka mampu menahan diri dari tipu daya dunia.
Al-Quran dalam Surah As-Shaffat ayat 24 mengingatkan tentang hari ketika para pemimpin akan ditahan dan dimintai pertanggungjawaban atas setiap keputusan yang pernah mereka buat. Rasulullah pun bersabda bahwa setiap orang adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas siapa yang dipimpinnya. Bahkan seorang yang hanya mengurusi sepuluh orang pun, pada hari kiamat kelak, akan menghadap Allah dengan tangan terbelenggu, dibebaskan oleh amal baiknya atau dipererat oleh dosa-dosanya.
Said bin Amir memilih jalan yang sunyi namun penuh cahaya. Tidak ada mobil dinas yang ia bangga-banggakan, tidak ada rumah jabatan yang ia percantik, tidak ada pesta yang ia gelar atas nama rakyat. Yang ada hanya tepung yang ia uleni setiap pagi, pakaian yang ia cuci sebulan sekali, dan seribu dinar yang ia anggap musibah setiap kali datang ke tangannya.
Di zaman ketika jabatan kerap dijadikan tangga menuju kemewahan, kisah walikota miskin dari Hims ini hadir sebagai pengingat abadi: bahwa kekuasaan sejati bukan tentang seberapa banyak yang bisa digenggam, melainkan seberapa banyak yang sanggup dilepaskan demi ridha Allah.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.