PUNGGAWANEWS, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pujian khusus kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto dalam sebuah pertemuan dengan anggota Dewan Perdamaian (Board of Peace) di Washington. Trump menyebut Prabowo sebagai sosok yang ia kagumi sekaligus hormati karena ketangguhannya.

“Dia adalah pria yang sangat saya sukai. Dia pasti tangguh. Saya tidak ingin berkelahi dengannya,” ujar Trump sembari menunjuk Presiden Prabowo yang hadir dalam pertemuan tersebut, disambut tepuk tangan hadirin.

Pernyataan Trump disampaikan dalam konteks pentingnya perdamaian global. Ia menekankan bahwa tidak ada yang lebih berharga dan menguntungkan dibandingkan perdamaian. “Tidak ada yang lebih penting daripada perdamaian. Dan tidak ada yang lebih murah dibanding perdamaian. Ketika berperang, biaya yang dikeluarkan bisa 100 kali lipat dibanding biaya untuk mewujudkan perdamaian,” jelasnya.

Kesuksesan Diplomasi Perdamaian

Trump kemudian mengisahkan pengalamannya memediasi konflik antar-negara selama masa kepresidenannya. Ia mengenang bagaimana berhasil mendamaikan dua negara yang telah berseteru selama lebih dari tiga dekade.

“Ada seseorang di ujung sana yang tersenyum karena dia mempelajari hal ini setelah 30 tahun berjuang,” kata Trump. “Mereka datang ke Ruang Oval dan berkata telah berkelahi selama 22-23 tahun. Yang mereka lakukan hanya saling melawan. Kami menyelesaikannya dalam waktu sekitar 24 jam.”

Trump menggambarkan momen dramatis ketika kedua pemimpin yang bermusuhan tersebut awalnya duduk di sisi berlawanan di Ruang Oval. Setelah satu jam negosiasi intensif, mereka akhirnya duduk berdampingan, berpelukan, menandatangani kesepakatan, dan mencapai perdamaian.

“Ini adalah dua orang yang tangguh. Orang baik, tapi tangguh,” ujar Trump mengenang. “Setelah 32 tahun saling membunuh, mereka memulai dengan lemah tapi berakhir sangat kuat. Itu adalah hal yang indah untuk disaksikan.”

Dukungan Politik untuk Pemimpin Dunia

Dalam pertemuan yang dihadiri berbagai kepala negara dan pemerintahan, Trump juga mengungkapkan kebiasaannya memberikan dukungan politik kepada pemimpin asing yang ia kagumi. Ia menyebut memiliki rekam jejak baik dalam mendukung kandidat, tidak hanya di Amerika Serikat tetapi juga di negara-negara lain.

“Saya mendukung ketika saya menyukai orangnya,” kata Trump. Ia menyebut beberapa contoh sukses, termasuk dukungannya kepada Presiden Argentina Javier Milei yang awalnya tertinggal dalam jajak pendapat namun akhirnya menang telak, serta Perdana Menteri Jepang yang memenangkan pemilu dengan margin terbesar dalam sejarah Jepang.

Trump juga memberikan dukungan penuh kepada Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban yang akan menghadapi pemilu, meski mengakui tidak semua pihak di Eropa menyetujui dukungan tersebut. “Dia melakukan pekerjaan luar biasa, terutama dalam menangani masalah imigrasi,” puji Trump.

Mediasi Konflik Pakistan-India

Salah satu momen paling dramatis yang diungkapkan Trump adalah mediasi konflik antara Pakistan dan India yang nyaris berujung perang terbuka. Trump mengklaim intervensinya menyelamatkan hingga 25 juta jiwa.

“Perdana Menteri Pakistan pernah mengatakan di hadapan Kepala Staf saya bahwa tidak ada yang tahu, kecuali dia percaya, bahwa Presiden Trump menyelamatkan 25 juta nyawa ketika menghentikan perang antara Pakistan dan India,” ungkap Trump.

Ia menjelaskan bagaimana ketegangan meningkat hingga pesawat tempur dari kedua negara nuklir tersebut saling menembak jatuh. Trump mengancam akan memberlakukan tarif perdagangan 200 persen terhadap kedua negara jika mereka tidak menghentikan konflik.

“Saya menelepon keduanya dan berkata, ‘Dengar, saya tidak akan melakukan kesepakatan dagang dengan kalian berdua jika kalian tidak menyelesaikan ini,'” kata Trump. “Ketika menyangkut uang, kehilangan banyak uang, mereka berkata tidak ingin bertengkar lagi. Kami menyelesaikan kesepakatan itu dalam dua hingga tiga hari.”

Indonesia sebagai Negara Besar

Kembali menyinggung Indonesia, Trump menunjukkan kekagumannya terhadap besarnya negara Indonesia. “Ini adalah negara besar. Saya bertanya, ‘Berapa penduduk Indonesia?’ Dia bilang sekitar 240 juta. Saya bilang, ‘Tidak, katakan lagi. Berapa banyak?'” kenang Trump.

Trump menutup pujiannya dengan menyatakan bahwa Presiden Prabowo melakukan pekerjaan yang baik dan dihormati oleh semua orang. Kehadiran Prabowo dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut mencerminkan posisi Indonesia yang semakin diperhitungkan dalam kancah diplomasi global dan upaya perdamaian dunia.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh berbagai pemimpin negara lainnya, termasuk dari Albania, Bahrain, Kamboja, Mesir, Kazakhstan, Kosovo, Oman, dan Azerbaijan, menandai komitmen bersama untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas global.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________