Tekanan terhadap Zelensky juga datang dari luar negeri. Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mendorong Kyiv untuk segera menggelar pemilihan umum, menilai alasan penundaan pemilu akibat perang sebagai dalih yang tidak dapat diterima sepenuhnya.

Masa jabatan Zelensky sendiri secara resmi telah berakhir pada Mei tahun lalu, namun ia menolak menggelar pemilu dengan alasan pemberlakuan status darurat militer akibat konflik bersenjata dengan Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin menilai kondisi tersebut tidak seharusnya menghambat proses perundingan damai. Meski demikian, Putin memperingatkan bahwa legitimasi dokumen perdamaian yang ditandatangani Zelensky berpotensi dipertanyakan jika ia tidak lagi memiliki mandat elektoral yang sah.

Bahkan, pada pekan lalu Putin menyatakan kesiapan Moskow untuk menghentikan serangan ke wilayah Ukraina pada hari pemungutan suara, apabila Kyiv benar-benar berkomitmen menyelenggarakan pemilihan presiden.

Situasi ini menempatkan Zelensky pada persimpangan krusial, di tengah tekanan domestik yang meningkat, sorotan internasional, serta ketidakpastian politik yang berpotensi mengubah arah kepemimpinan Ukraina ke depan.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________