Di sisi lain, wudhu bukan cuma soal wajah. Ada tangan dan kaki, bagian tubuh yang paling sering digunakan kerja rodi seharian. Membasuh bagian-bagian itu berulang kali jelas membantu kebersihan. Dan kadang, kebersihan itu sendiri sudah cukup untuk bikin kepala terasa lebih ringan, badan bersih, dan pikiran ikut rapi.

Ada juga riset yang mencoba melihat wudhu dari sisi tidur. Misalnya, sebuah studi pada santri di Malang menilai kebiasaan wudhu sebelum tidur dan mengaitkannya dengan perubahan kuantitas tidur selama periode pengamatan. Studi ini menyimpulkan wudhu sebelum tidur menjadi faktor penting yang terkait dengan kuantitas tidur pada kelompok yang diteliti.

Tentu, semua hasil riset seperti ini perlu dibaca dengan kepala dingin juga. Konteksnya spesifik, metodenya punya batas, dan efeknya bisa beda-beda pada tiap orang. Tapi benang merahnya enak dipahami, bahwa wudhu itu gabungan antara kebersihan, jeda, dan ketenangan. Dan kombinasi ini sering jadi modal tubuh untuk lebih stabil, entah sebelum shalat atau sebelum tidur.

Di titik ini, pesannya jadi terasa dekat. Dalam Islam, banyak hal yang kelihatannya sederhana tapi ternyata bekerja pelan-pelan menjaga manusia. Wudhu bukan cuma persiapan teknis sebelum ibadah, tapi juga semacam latihan kesadaran. Mengulang kebersihan, mengulang jeda, mengulang rapi, minimal sebanyak lima kali sehari.

Mungkin yang sering luput bukan gerakan wudhunya, tapi hadirnya hati saat melakukannya. Karena ketakwaan kadang bukan lahir dari hal besar yang dramatis, tapi dari hal yang dianggap biasa yang dijaga terus, pelan-pelan, sampai jadi kebiasaan yang menenangkan

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________