Summarize the post with AI

PUNGGAWANEWS, Jakarta – Pemerintah menunjuk Frederika Widyasari Dewi sebagai Pejabat Sementara Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyusul pengunduran diri sejumlah pimpinan tinggi lembaga tersebut.

Pengumuman ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers yang dihadiri jajaran pemerintah dan regulator pasar modal, Minggu malam.

Frederika, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen, akan merangkap jabatan baru tersebut. Penunjukan ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 dan diperkuat UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan Nomor 4 Tahun 2023.

Selain itu, Hasan Fauzi ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Derivatif dan Bursa Karbon, sambil tetap merangkap sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Aset Keuangan Digital dan Kripto.

Penunjukan ini menyusul pengunduran diri Mahendra Siregar sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara sebagai Wakil Ketua, dan Inarno Djayadi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal.

Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

Airlangga menegaskan kondisi makroekonomi Indonesia tetap solid. Pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga 2025 mencapai 5,04%, dengan proyeksi kuartal keempat lebih tinggi yang akan diumumkan 5 Februari mendatang.

“Inflasi Desember 2025 tercatat 2,92% dan dipastikan inflasi Januari masih dalam rentang target APBN 2,5% plus-minus 1%,” ujar Airlangga.

Cadangan devisa hingga Desember mencapai USD156,5 miliar, setara 6,2 bulan impor. Defisit fiskal terjaga di batas 3%, sementara pertumbuhan kredit perbankan 9,6% dengan dana pihak ketiga tumbuh double digit 13,83%. Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan kuat di level 25,87%, dan rasio utang terhadap PDB masih di bawah 60%.

Reformasi Pasar Modal Dipercepat

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan percepatan reformasi integritas pasar modal melalui demutualisasi bursa dan peningkatan likuiditas dengan menaikkan minimum free float menjadi 15% sesuai standar global.

“Pemerintah tidak mentolerir praktik manipulatif share pricing atau saham gorengan yang merugikan integritas pasar modal,” tegas Airlangga.

Frederika menegaskan komitmen OJK mempercepat reformasi pasar modal melalui pendekatan holistik, mulai dari perbaikan kualitas emiten, peningkatan literasi investor, hingga penegakan hukum yang tegas.

“Kami akan segera memulai penyelidikan praktik menggoreng saham atau manipulasi pasar secara masif,” kata Frederika.

Bursa Efek Pastikan Operasional Normal

Perwakilan Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffri Hendrik, memastikan operasional bursa tetap berjalan normal pasca pengunduran diri Direktur Utama BEI.

“Proses pengambilan keputusan manajemen tidak akan terganggu. Kami berkomitmen membangun pasar modal Indonesia berkelas dunia, tidak hanya dalam nilai perdagangan dan kapitalisasi, tetapi juga transparansi dan tata kelola,” ujar Jeffri.

BEI telah berkomunikasi dengan berbagai indeks provider global dan akan segera mengimplementasikan standar yang diharapkan untuk memberikan perlindungan kepada investor global maupun domestik.

Pesan Presiden

Airlangga menyampaikan pesan Presiden Prabowo kepada investor domestik, mitra internasional, dan rakyat Indonesia: “Fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh. Pemerintah berdiri teguh di belakang pasar keuangan kita dan berkomitmen pada iklim investasi yang transparan, adil, dan berkelas dunia.”

Pemerintah menegaskan tidak ada kekosongan kepemimpinan dalam pengawasan sektor keuangan dan pasar modal, serta memastikan seluruh fungsi regulasi, aktivitas perdagangan, dan pengawasan berjalan tanpa gangguan.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________