Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, SINJAI – Upaya menjembatani harapan masyarakat dengan kebijakan pemerintah terus dilakukan melalui mekanisme reses anggota legislatif. Salah satunya dijalankan oleh Fachriandi Matoa, SE, legislator Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sinjai, yang menggelar dialog langsung dengan konstituen di wilayah binaannya.
Pertemuan yang berlangsung pada Selasa malam, 15 Juli 2025, sekitar pukul 19.30 WITA di Lingkungan Bongkong, Kelurahan Samaenre, Kecamatan Sinjai Tengah itu, dihadiri puluhan warga yang tampak bersemangat menyuarkan berbagai kebutuhan pembangunan di kampung halaman mereka.
Pendidikan Jadi Prioritas Utama
Dari forum terbuka tersebut, terungkap bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu perhatian utama masyarakat. Warga mendesak adanya bantuan perangkat pembelajaran modern berupa laptop untuk TK Idhata Bongkong, termasuk pembangunan gedung permanen sekolah tersebut. Tak ketinggalan, mereka juga mengusulkan pembangunan pagar pengaman dan ruang Laboratorium Komputer (LEB TIK) di SDN 179 Bongkong guna meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak setempat.
Infrastruktur Jalan dan Jembatan Mendesak
Selain pendidikan, keluhan soal akses jalan yang masih minim menjadi topik hangat dalam diskusi. Masyarakat mengajukan serangkaian usulan peningkatan kualitas jalan, mulai dari ruas Bongkong–Caile sepanjang lima kilometer, jalan Lingkungan Bola Toae (700 meter), hingga jalan tani penghubung Galung Lohe–Batu Pute yang membentang sejauh dua kilometer.
Usulan infrastruktur lainnya mencakup pembangunan jalan tani Ulu Galung yang menghubungkan Bongkong dengan Lonra I sepanjang 600 meter, serta pembangunan jembatan beton di jalur Galung Lohe–Batu Pute berukuran 4 x 6 meter. Selain itu, rehabilitasi saluran drainase di ruas Batu Lappa–Langori sepanjang empat kilometer dan peningkatan jalan tani Limpenno Bongkong (300 meter) turut menjadi daftar kebutuhan mendesak.
Pertanian dan Ketahanan Pangan Butuh Dukungan
Sektor pertanian juga mendapat sorotan serius. Warga mengharapkan bantuan bibit unggul seperti padi, jagung, dan kakao untuk lima kelompok tani yang ada. Mereka juga meminta bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna meningkatkan produktivitas hasil panen di Kelurahan Samaenre.
Untuk mendukung ketersediaan air bersih yang vital bagi pertanian dan kehidupan sehari-hari, masyarakat mengusulkan pengadaan 10 unit sumur bor yang akan ditempatkan di wilayah Samaenre dan Mattunreng Tellue.
Penguatan Pembinaan Keagamaan
Di bidang sosial keagamaan, warga memohon bantuan dana operasional untuk Majelis Ta’lim, serta paket pembinaan Taman Pendidikan Al-Quran (TPA/TPQ) yang mencakup Al-Quran, buku Iqro, meja belajar, dan perlengkapan pendukung lainnya.
Komitmen Kawal Aspirasi hingga Terealisasi
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Fachriandi Matoa menegaskan bahwa kegiatan reses bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk kehadiran nyata wakil rakyat di tengah-tengah masyarakat.
“Ini adalah tugas kami untuk hadir, mendengar, dan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan rakyat. Semua usulan yang masuk akan kami dokumentasikan dan kawal agar masuk dalam program pembangunan daerah sesuai dengan urutan prioritas,” tegas politisi yang akrab disapa Andi ini.
Ia juga menekankan bahwa reses merupakan kewajiban konstitusional yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Ketentuan tersebut memberikan kewenangan kepada anggota DPRD untuk turun ke daerah pemilihan guna menyerap, menghimpun, dan menyalurkan aspirasi rakyat kepada pemerintah.
Harapan Pemerataan Pembangunan
Dengan adanya reses yang rutin dilakukan, diharapkan pembangunan di Kabupaten Sinjai, khususnya di Kelurahan Samaenre dan sekitarnya, dapat semakin merata dan responsif terhadap kebutuhan riil warga. Langkah ini dinilai sebagai wujud konkret dari sistem demokrasi yang mengutamakan partisipasi dan kepentingan masyarakat dalam proses pembangunan daerah.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.