PUNGGAWANES, SINJAI — Menjelang genap satu tahun menjabat sebagai Bupati Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Ratnawati Arif berbagi cerita perjalanan hidupnya dari seorang birokrat hingga terpilih menjadi orang nomor satu di kabupaten tersebut.
Ratnawati Arif tercatat sebagai bupati perempuan pertama di Sinjai, sekaligus menjadi bagian dari 43 kepala daerah perempuan yang dilantik secara serentak bersama 481 kepala daerah seluruh Indonesia. Ia merupakan bupati perempuan keempat di Provinsi Sulawesi Selatan, bergabung bersama kepala daerah perempuan di Kota Palopo, Kabupaten Barru, dan Kabupaten Gowa.
Berbeda dari kebanyakan kepala daerah yang berlatar belakang politisi atau pengusaha, Ratnawati menapaki karier dari bawah sebagai staf Kantor Wilayah Departemen Sosial. Ia mengaku terkejut sekaligus bersyukur ketika diminta mencalonkan diri justru saat menjelang masa pensiun.
“Tidak semudah yang saya bayangkan,” ujar Ratnawati. “Dulu saya bagian dari pelaku birokrasi, sekarang saya memimpin dengan jabatan politis. Itu perbedaan yang sangat mendasar.”
Sebagai kepala daerah, ia kini harus menjalankan dua peran sekaligus: sebagai pimpinan birokrasi tertinggi di kabupaten sekaligus pejabat politis yang dituntut berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk DPRD.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.