PUNGGAWANEWS, SARAJEVO – Perjalanan spiritual ke jantung Eropa Tenggara mengungkap kekayaan warisan Islam yang masih terpelihara kokoh di Bosnia Herzegovina. Negara yang terletak di Semenanjung Balkan ini menyimpan cerita panjang tentang bagaimana tradisi Ramadan dijalankan dengan khidmat, memadukan nilai-nilai keislaman dengan budaya lokal yang unik.

Travnik: Kota Bersejarah dengan Udara Pegunungan yang Menyejukkan

Travnik, sebuah kota yang berjarak 80 kilometer dari ibu kota Sarajevo, menawarkan pengalaman berbeda bagi siapa pun yang mengunjunginya. Terletak di lembah Lasva dan dikelilingi oleh rangkaian pegunungan megah, kota ini memiliki sejarah gemilang sebagai ibu kota Bosnia Herzegovina pada masa Kesultanan Utsmaniyah (1703-1850).

Benteng Šarena Grad yang berdiri sejak abad ke-14 menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu. Meskipun usianya telah ratusan tahun, bangunan pertahanan ini masih kokoh dan mempesona. Dari puncak benteng, panorama seluruh kota Travnik terbentang indah—gedung-gedung berarsitektur khas, dikelilingi bukit-bukit hijau yang menciptakan pemandangan memukau di setiap sudutnya.

Yang menarik, meriam peninggalan era Utsmaniyah yang tersimpan di benteng ini kini memiliki fungsi baru. Setiap Ramadan, meriam tersebut ditembakkan sebagai tanda berbuka puasa, melanjutkan tradisi ratusan tahun yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini.

Madrasah Gazi Husrev-beg: Menjaga Tradisi Keilmuan Islam

Pendidikan Islam di Travnik memiliki akar yang dalam. Madrasah Gazi Husrev-beg, sekolah tertua di kota ini, menjadi pusat pelestarian ajaran Islam tradisional. Profesor Anis Jugović, seorang pendidik di madrasah tersebut, menjelaskan bahwa institusi pendidikan ini sangat fokus pada program tahfiz Al-Qur’an.

“Kami tidak hanya mengajarkan cara melafalkan Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga memastikan para santri memahami makna dari setiap ayat yang mereka baca,” ungkap Jugović.

Madrasah yang awalnya hanya menerima santri laki-laki ini mulai membuka kesempatan bagi santri perempuan sejak 2004. Kini, 436 siswa—dibagi dalam empat tingkat kelas dengan komposisi 12 siswa perempuan dan 8 siswa laki-laki per kelas—menimba ilmu di institusi yang diakui dan didanai sepenuhnya oleh negara ini.

Pemandangan santri yang tetap menyempatkan membaca Al-Qur’an saat jam istirahat menjadi potret indah tentang bagaimana nilai-nilai keislaman tertanam kuat dalam keseharian mereka.

Pesona Alam dan Wisata Salju di Kaki Gunung Vlašić

Bosnia Herzegovina tidak hanya menawarkan kekayaan sejarah, tetapi juga keindahan alam yang memukau. Di kaki Gunung Vlašić, hanya beberapa menit dari pusat Kota Travnik, pengunjung dapat menikmati wisata salju dengan mengendarai ATV (All-Terrain Vehicle) melintasi medan bersalju.

Pengalaman berkendara di tengah salju membutuhkan keterampilan khusus dalam menjaga keseimbangan karena permukaan licin. Namun, sensasi petualangan yang ditawarkan—dikombinasikan dengan pemandangan pegunungan yang memesona—membuat pengalaman ini tak terlupakan.

Dengan biaya sekitar 79 Mark Bosnia (setara Rp600.000), wisatawan dapat merasakan perjalanan yang menyajikan keindahan alam pegunungan, termasuk melihat air terjun dan menikmati sunset dari titik-titik panorama terbaik di kawasan ini.

Masjid Šarena: Keajaiban Arsitektur Berwarna-Warni

Salah satu ikon paling memukau di Travnik adalah Masjid Šarena atau Masjid Sulaiman. Masjid yang didirikan pada 1438 ini sempat hancur, kemudian dibangun kembali pada 1833. Yang membuat masjid ini istimewa adalah dekorasi interior yang luar biasa—kaligrafi indah dengan motif bunga dalam berbagai warna cerah.

Lebih dari 30.000 butir telur digunakan dalam pembuatan cat dan glasir untuk dekorasi masjid ini. Menurut cerita turun-temurun, setelah pembangunan masjid selesai, Sultan Sulaiman Pasha merasa ada yang kurang. Atas saran seseorang, kaligrafi “Masha’Allah” ditambahkan di dinding masjid, melengkapi keindahan bangunan suci ini.

Tidak jauh dari Masjid Šarena, terdapat Plava Voda, mata air alami yang sangat jernih sepanjang 350 meter. Air yang mengalir di bawah Kastil Travnik ini menjadi sumber air utama bagi penduduk kota. Di musim semi, air mata air ini berwarna biru cerah, dikelilingi pepohonan yang bermekaran dengan bunga berwarna-warni.

Zenica: Jantung Industri dengan Kehangatan Tradisi Ramadan

Perjalanan dilanjutkan ke Zenica, kota industri terbesar di Bosnia Herzegovina yang berjarak 31 kilometer dari Travnik. Di kota inilah tradisi Ramadan dapat diamati lebih dekat melalui kehidupan Herlina, warga negara Indonesia yang telah hampir 10 tahun tinggal di Bosnia Herzegovina setelah menikah dengan pria Bosnia.

“Enaknya tinggal di sini adalah lokasinya yang sentral di Eropa. Dekat dengan Austria, Jerman, Kroasia, tapi tetap memiliki atmosfer Islam yang kental. Kita masih bisa mendengar azan, mudah mencari makanan halal. Sangat nyaman untuk seorang Muslim,” ujar Herlina.

Setiap Ramadan, masyarakat Bosnia ramai mengunjungi Pasar Gradska Tržnica pada siang hari untuk membeli bahan makanan berbuka puasa. Harga-harga di pasar tradisional ini sangat terjangkau—sayuran dan buah-buahan segar yang semuanya organik dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan Indonesia.

Pendidikan Islam untuk Generasi Muda

Setelah berbelanja, Herlina biasanya menjemput putrinya, Malika, di Masjid Šeikh Zenica. Setiap akhir pekan, anak-anak di masjid ini mengikuti pembelajaran menulis dan membaca Al-Qur’an. Program pendidikan Islam sejak dini ini menjadi fondasi penting bagi pembentukan karakter dan akhlak generasi mendatang.

Malika, yang kini belajar di tingkat kedua, sedang mempelajari tulisan Arab dan kajian Islam. Melihat anak-anak sekecil ini sudah mendalami agama Islam dengan serius menjadi pemandangan yang menginspirasi.

Berbuka Puasa ala Bosnia: Kehangatan Keluarga dan Hidangan Khas

Tradisi berbuka puasa di Bosnia Herzegovina memiliki keunikan tersendiri. Seperti di Indonesia, masyarakat Bosnia juga saling mengundang keluarga dan teman untuk berbuka bersama sepanjang bulan Ramadan. Minggu ini satu keluarga yang mengundang, minggu depan giliran keluarga lain—saling bergantian dalam kehangatan persaudaraan.

Hidangan khas Ramadan di Bosnia meliputi kompot (semacam kolak yang terbuat dari buah-buahan kering), burek, haziki-ajvar, dan mashed potato. Kompot dari buah-buahan kering dipercaya sangat menyehatkan dan berfungsi membersihkan tubuh—minuman yang paling dirindukan saat Ramadan.

Setelah salat Maghrib dan menyantap hidangan berbuka, tradisi menikmati kopi khas Bosnia sambil berbincang menjadi momen kebersamaan yang hangat. “Pengalaman punya orang tua beda negara itu seru karena bisa mengenal budaya dan tradisi yang berbeda. Dari sisi ibu saya belajar sopan santun dan menghormati orang tua, sementara dari keluarga ayah di Bosnia lebih santai dan chill. Bahkan ada kata-kata yang mirip antara bahasa Indonesia dan Bosnia, seperti ‘muka’ yang artinya wajah,” cerita Malika, putri Herlina.

Kesamaan Esensi di Balik Perbedaan Tradisi

Meskipun cara merayakan Ramadan di Bosnia Herzegovina sedikit berbeda dengan Indonesia, esensi ibadah puasa tetap sama. Umat Muslim di negeri Balkan ini menjalani Ramadan untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, memperbanyak rasa syukur, melatih disiplin diri, serta memohon ampunan dengan harapan dapat mengetuk pintu surga.

Perjalanan menelusuri jejak Islam di Bosnia Herzegovina menjadi pengingat bahwa Islam telah menyebar ke berbagai penjuru dunia, beradaptasi dengan budaya lokal, namun tetap menjaga nilai-nilai fundamental yang sama. Dari benteng bersejarah di Travnik hingga pasar tradisional di Zenica, dari madrasah yang mendidik generasi muda hingga keluarga yang berbuka puasa bersama—semua adalah manifestasi dari kehidupan Muslim yang tetap teguh meski berada di tengah Eropa.

Bosnia Herzegovina adalah bukti hidup bahwa Islam dan modernitas dapat berjalan berdampingan, bahwa tradisi dapat dipertahankan tanpa kehilangan relevansi, dan bahwa kehangatan persaudaraan Muslim tidak mengenal batas geografis.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________