Summarize the post with AI

PUNGGAWANEWS, MOSKOW – Di balik reputasinya sebagai kekuatan militer dunia dan negara dengan musim dingin yang ekstrem, Rusia menyimpan kisah keberagaman yang jarang terekspos: kehidupan harmonis 30 juta umat Muslim yang menjadikan Islam sebagai agama terbesar kedua di negara terluas di dunia ini.

MELIHAT BUKA PUASA BERSAMA TERBESAR DI DUNIA dan KEHIDUPAN UMAT MUSLIM DI RUSIA | RAMADHAN 2025

Komunitas Muslim Rusia, yang diperkirakan mencapai 30 juta jiwa pada 2025, telah menjadi bagian integral dari sejarah dan peradaban negara yang membentang di 11 zona waktu ini selama berabad-abad. Mereka berkontribusi signifikan dalam berbagai sektor, mulai dari seni, sastra, musik, hingga politik dan ekonomi.

Dukungan Pemerintah terhadap Islam

Pemerintahan Presiden Vladimir Putin mengakui Islam sebagai salah satu agama tradisional Rusia dan bagian dari warisan sejarah bangsa. Pengakuan ini tidak hanya bersifat simbolis – pemerintah aktif mensubsidi pembangunan masjid dan lembaga pendidikan Islam, serta mendorong imigrasi dari negara-negara bekas Uni Soviet yang mayoritas Muslim.

Putin sendiri kerap memuji kontribusi umat Muslim terhadap persatuan dan kekuatan Rusia. Dalam berbagai kesempatan, sang presiden bahkan mengutip ayat-ayat Al-Quran, termasuk dalam pidatonya di Turki yang menyebut pentingnya persaudaraan dan persatuan.

Pusat-Pusat Islam Tersebar di Seluruh Negeri

Populasi Muslim Rusia tersebar di berbagai wilayah strategis seperti Moskow, Saint Petersburg, Kazan, Bashkortostan, Tatarstan, Ingushetia, Dagestan, dan Chechnya. Di Chechnya, 95 persen penduduknya memeluk Islam, sementara Dagestan hampir 100 persen Muslim.

Kebangkitan Islam pasca-runtuhnya Uni Soviet terlihat dari pertumbuhan infrastruktur keagamaan yang pesat. Kini terdapat lebih dari 7.000 masjid dan 3.000 madrasah yang tersebar di seluruh Rusia, menjadi pusat pendidikan agama dan penghafalan Al-Quran bagi generasi muda Muslim.

Masjid-Masjid Megah Penuh Sejarah

Beberapa masjid di Rusia tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ikon arsitektur dan destinasi wisata religi.

Masjid Katedral Moskow di jantung ibu kota mampu menampung 10.000 jamaah dengan arsitektur yang memukau. Sementara itu, Masjid Kul Sharif di Kazan, Tatarstan, dengan enam menara setinggi 57 meter, menjadi simbol kebangkitan Islam di wilayah tersebut.

Namun, mahkota megahnya adalah Masjid Nabi Muhammad (Masjid Shalim) di Shali, Chechnya – masjid terbesar di Eropa dengan kapasitas lebih dari 30.000 jamaah. Dibangun dengan marmer berkualitas tinggi dari Yunani, masjid berwarna dominan putih ini memiliki empat menara setinggi 63 meter dan kubah utama berdiameter 23 meter yang dihiasi ornamen emas. Diresmikan pada 2019, masjid ini menjadi simbol kebangkitan Chechnya setelah bertahun-tahun dilanda konflik.

Masjid Biru: Jejak Persahabatan Indonesia-Rusia

Di Saint Petersburg berdiri Masjid Biru (Blue Mosque) yang memiliki ikatan sejarah dengan Indonesia. Pada 1956, Presiden Soekarno berkunjung ke Rusia dan menemukan masjid berkubah biru yang telah dialihfungsikan menjadi gudang oleh pemerintah Uni Soviet. Soekarno meminta agar masjid tersebut dikembalikan fungsinya sebagai tempat ibadah – permintaan yang dikabulkan.

Sejak itu, masjid yang dibangun dengan granit biru dan hijau tosca berlantai tiga dengan kapasitas 7.000 jamaah ini dikenal sebagai Masjid Soekarno. Bangunan bersejarah ini kini menjadi destinasi favorit diaspora Indonesia yang berkunjung ke Saint Petersburg.

Berpuasa 17 Jam di Tengah Musim Dingin Ekstrem

Ramadan di Rusia menghadirkan tantangan unik. Saat bulan suci bertepatan dengan musim dingin, suhu bisa mencapai minus 40 derajat Celsius di beberapa wilayah. Lebih dari itu, durasi puasa di wilayah dekat kutub utara mencapai 15-17 jam per hari, bahkan bisa lebih lama di daerah tertentu.

Meski menghadapi kondisi ekstrem, semangat umat Muslim Rusia untuk beribadah tidak pernah padam. Mereka menjalankan puasa dengan penuh kesabaran dan keteguhan hati. Justru di tengah cuaca dingin yang membekukan, masjid-masjid menjadi oasis kehangatan, baik secara fisik maupun spiritual.

Tradisi Iftar Bersama Terbesar di Dunia

Salah satu tradisi paling dinanti adalah bazar Ramadan dan iftar bersama yang diadakan di sekitar masjid-masjid besar. Bazar menjual beragam makanan, minuman, buku Islam, perlengkapan salat, dan souvenir Islami, menciptakan suasana meriah menjelang berbuka.

Yang paling spektakuler adalah acara buka puasa bersama terbesar di dunia yang diselenggarakan Rusia, dihadiri lebih dari 12.000 umat Muslim. Masjid-masjid dan komunitas sibuk menyiapkan hidangan tradisional Rusia dan Timur Tengah seperti sup, nasi pilaf, kebab, dan berbagai jenis roti. Setelah berbuka, jamaah melanjutkan dengan salat Isya dan Tarawih bersama dalam suasana penuh kebersamaan.

Perayaan Idul Fitri yang Sakral

Ketika Ramadan berakhir, kumandang takbir bergema di seluruh penjuru Rusia. Umat Muslim berkumpul di masjid-masjid besar atau lapangan terbuka untuk melaksanakan salat Idul Fitri, diikuti khotbah tentang kebersamaan, kebaikan, dan pengampunan.

Tradisi saling mengunjungi rumah tetangga, teman, dan keluarga untuk bermaaf-maafan menciptakan atmosfer kehangatan dan persaudaraan yang kuat, membuktikan bahwa meski berada di negeri dengan mayoritas non-Muslim dan cuaca ekstrem, semangat Ramadan dan kebersamaan umat tetap menyala terang.

Kehidupan Muslim di Rusia menjadi bukti nyata bahwa keberagaman dan toleransi dapat tumbuh subur bahkan di tempat yang paling tidak terduga sekalipun.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________