“Sakanjabin bukan sekadar menghilangkan dahaga, tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan pencernaan,” jelas dr. Zaidul. Menurutnya, cuka yang digunakan bisa beragam—mulai dari cuka apel, cuka madu, hingga cuka nanas—disesuaikan dengan preferensi masing-masing individu.
Proses pembuatannya cukup praktis. Daun mint dan biji kemukus direbus terlebih dahulu hingga aromanya keluar, kemudian dicampurkan dengan larutan cuka dan madu. Ramuan ini dapat dikonsumsi saat sahur maupun berbuka puasa untuk membantu tubuh mempertahankan cairan lebih lama.
Pola Makan Sehat Saat Ramadan
Selain minuman, dr. Zaidul juga menekankan pentingnya strategi konsumsi makanan yang tepat. Ia menyarankan agar umat Muslim mempersiapkan sistem pencernaan dengan mengonsumsi buah atau sayuran terlebih dahulu sebelum makanan berat, mirip dengan tradisi makan miso di Jepang atau kimchi di Korea.
Untuk berbuka puasa, buah semangka direkomendasikan sebagai pilihan ideal karena kandungan kalorinya rendah namun sangat menghidrasi tubuh. “Semangka akan lebih efektif bila dikonsumsi bersama garam laut non-olahan atau kurma untuk menyeimbangkan kebutuhan mineral tubuh,” tambahnya.
Sementara untuk menjaga rasa kenyang lebih lama, dr. Zaidul menganjurkan konsumsi protein seperti tahu, tempe, telur, dan ikan, sambil mengurangi porsi karbohidrat bila memungkinkan.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.