PUNGGAWANEWS, Pemerintah terus memperkuat program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya meningkatkan status gizi anak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Data yang dirilis oleh Badan Gizi Nasional pada 15 Februari 2026 menunjukkan program ini telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan nutrisi anak sekolah, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan kajian World Food Programme dan Rockefeller Institute tahun 2023, program makan gratis di sekolah terbukti memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan dan ekonomi di berbagai negara.
Dampak pada Pendidikan dan Kesehatan
Program MBG tercatat mampu meningkatkan angka partisipasi sekolah hingga 9 persen serta menekan angka putus sekolah. Selain itu, ketersediaan makanan bergizi membantu meningkatkan konsentrasi dan capaian belajar siswa.
Dari sisi kesehatan, program ini berperan dalam meningkatkan status gizi anak serta menekan risiko anemia, khususnya pada anak perempuan. Pengenalan menu sehat juga diharapkan membentuk pola makan yang lebih baik sejak dini.
Perlindungan Sosial dan Penguatan Ekonomi
Program MBG turut membantu mengurangi beban pengeluaran keluarga, terutama bagi rumah tangga berpenghasilan rendah yang memiliki anak usia sekolah.
Di sektor ekonomi, program ini menggerakkan rantai pasok pangan lokal melalui keterlibatan petani, nelayan, dan pelaku UMKM. Setiap investasi 1 dolar AS dalam program makan bergizi diperkirakan dapat menghasilkan manfaat ekonomi sebesar 5 hingga 35 dolar AS lintas sektor. Selain itu, program ini juga membuka lapangan kerja baru, khususnya bagi perempuan.
Capaian Program MBG
Berdasarkan data terbaru, program MBG telah mencapai:
- 60.208.391 penerima manfaat yang terdiri dari anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui.
- 23.222 dapur MBG yang tersebar di 38 provinsi.
- 1.011.480 tenaga kerja baru yang terserap di seluruh dapur MBG.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi hingga ke tingkat desa.
“Makan Bergizi Gratis mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi di desa-desa, kecamatan, hingga lapisan ekonomi paling bawah,” ujarnya.
Program MBG diharapkan terus berkembang sebagai salah satu strategi utama pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat ekonomi nasional.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.