PUNGGAWANEWS, HAMBALANG – Presiden Republik Indonesia menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan fondasi utama kedaulatan dan kemerdekaan bangsa. Hal itu disampaikan Presiden dalam taklimat awal tahun 2026 bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Jawa Barat.

Menurut Presiden, tidak ada bangsa yang benar-benar merdeka jika tidak mampu menjamin kebutuhan makan rakyatnya. Karena itu, strategi transformasi bangsa yang ia canangkan sejak awal pemerintahan menempatkan swasembada pangan sebagai elemen utama kemandirian nasional.

“Swasembada pangan tidak hanya berarti beras. Beras memang makanan pokok, tetapi pangan mencakup karbohidrat dan protein. Beras, jagung, singkong, dan sumber protein harus kita kuasai sendiri,” tegas Presiden.

Presiden menilai dinamika global membuktikan bahwa ketergantungan pangan impor sangat berisiko. Konflik berkepanjangan di sejumlah negara pemasok beras seperti Thailand, Kamboja, dan Vietnam, serta ketegangan India–Pakistan, menjadi peringatan serius. Pengalaman pandemi Covid-19 juga menunjukkan bahwa dalam situasi krisis, negara pengekspor pangan bisa menutup keran ekspor meskipun Indonesia memiliki kemampuan finansial.

“Kalau kita tidak swasembada beras di tengah perang dan konflik global, apakah aman kita bergantung pada impor?” ujarnya.

Presiden menyampaikan rasa syukur karena target swasembada beras berhasil dicapai lebih cepat dari rencana. Pada 31 Desember 2025, pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia telah swasembada beras. Bahkan, cadangan beras nasional di gudang pemerintah kini menembus lebih dari 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia, melampaui capaian era sebelumnya yang berada di angka 2 juta ton.

Selain pangan, Presiden menegaskan bahwa kemandirian energi merupakan pilar lanjutan dalam strategi besar transformasi bangsa. Ketergantungan energi impor dinilai akan menghambat kemakmuran dan memperpanjang kemiskinan.

“Kalau kita tergantung pada bangsa lain untuk energi, kita tidak akan pernah benar-benar makmur,” kata Presiden.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menyoroti capaian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pada 6 Januari 2025. Program tersebut kini telah menjangkau 55 juta penerima manfaat, termasuk anak sekolah dan ibu hamil. Presiden menyebut capaian itu sebagai lompatan besar, mengingat negara lain seperti Brasil membutuhkan waktu lebih dari satu dekade untuk mencapai angka serupa.

Meski mengakui masih ada kekurangan dan penyimpangan, Presiden menilai pelaksanaan MBG secara keseluruhan berjalan sangat baik dan terus diperbaiki melalui pengawasan ketat.

“Pemimpin yang bertanggung jawab harus bekerja keras menghilangkan kelaparan dan kemiskinan. The hungry stomach cannot wait,” ujar Presiden mengutip pesan Bung Karno.

Presiden juga mengingatkan jajarannya agar tidak gentar menghadapi kritik, ejekan, maupun fitnah selama niat dan kebijakan yang dijalankan berpihak pada rakyat dan dilakukan secara bersih.

“Kita berada di jalan yang benar, jalan keadilan, jalan memberantas kemiskinan dan kelaparan. Kalau niat kita bersih, kita tidak perlu ragu,” tegasnya.

Taklimat awal tahun ini sekaligus menjadi momentum evaluasi kinerja 2025 dan penegasan arah kebijakan strategis pemerintah menghadapi tantangan global di tahun 2026.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________