Summarize the post with AI
Peran Indonesia sebagai Penyeimbang
Lebih lanjut, Prabowo melihat peluang bagi Indonesia untuk berperan sebagai jembatan atau penengah dalam konflik internasional, khususnya di kawasan Timur Tengah. Dengan hubungan baik yang terjalin dengan berbagai pihak, Indonesia dinilai memiliki posisi strategis untuk mendorong dialog dan perdamaian.
Ia mencontohkan bahwa hingga saat ini, jalur pelayaran Indonesia di kawasan konflik seperti Yaman masih relatif aman, salah satunya karena Indonesia menjaga hubungan baik dengan berbagai kelompok yang terlibat.
“Kita hormati semua pihak dan tidak terseret dalam konflik. Dengan begitu, kita bisa tetap diterima dan mungkin berperan sebagai penengah,” jelasnya.
Fokus pada Kepentingan Nasional
Presiden menegaskan bahwa seluruh kebijakan luar negeri Indonesia pada akhirnya harus bermuara pada kepentingan nasional, termasuk menjaga stabilitas ekonomi, membuka peluang kerja, serta memperkuat kemandirian bangsa.
Dalam konteks global yang terus berubah, ia optimistis bahwa prinsip “bebas aktif” tetap menjadi fondasi yang relevan bagi Indonesia untuk menghadapi tantangan zaman.
“Yang penting kita kuat secara ekonomi, mandiri, dan tidak mudah ditekan. Itu kunci agar Indonesia tetap dihormati di dunia internasional,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.