PUNGGAWANEWS, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kabar menggembirakan terkait pencapaian ketahanan pangan nasional. Dalam kunjungan kerjanya, Jumat (10/1), Presiden mengungkapkan bahwa Indonesia tidak hanya akan mencapai swasembada beras, tetapi juga jagung dalam waktu dekat—sebuah janji yang disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
“Beberapa bulan yang lalu, banyak tokoh penting bilang ke saya, ‘Pak Prabowo, mustahil Indonesia bisa swasembada.’ Mereka bilang, ‘Amran itu hati-hati, kadang banyak janji.’ Tapi hari ini, saya berikan Bintang Jasa Utama kepada Saudara Andi Amran Sulaiman. Bersama kalian semua, dia telah menyelamatkan masa depan bangsa Indonesia,” ujar Presiden Prabowo dengan penuh kebanggaan.
Presiden menegaskan bahwa program swasembada tidak hanya terbatas pada beras, tetapi juga mencakup komoditas strategis lainnya seperti jagung—bahan baku utama pakan ternak yang selama ini masih mengandalkan impor.
“Pak Amran dan Wakil Menteri Pertanian, didukung oleh TNI dan Polri, menjanjikan bahwa bahkan jagung pun dalam waktu dekat akan cukup. Pakan akan murah untuk semua peternak dan petani. Kita akan turunkan harga pakan. Kita akan turunkan harga pupuk. Kalau bisa, kita turunkan lagi harga pupuk, Saudara-saudara,” tegasnya.
Komitmen ini sejalan dengan visi besar pemerintah untuk menekan biaya produksi di sektor pertanian dan peternakan, sehingga harga pangan di tingkat konsumen bisa lebih terjangkau.
Presiden Prabowo tidak menyembunyikan ambisinya. Ia ingin dikenang sebagai presiden yang berhasil menurunkan harga-harga kebutuhan pokok rakyat.
“Saya ingin jadi presiden yang bisa menurunkan harga. Harga pangan turun, harga pupuk turun, harga bibit turun, harga-harga untuk rakyat kita turun dan terjangkau di semua bidang,” katanya dengan penuh semangat.
Lebih dari itu, Presiden juga bermimpi melihat anak-anak petani bisa mengenyam pendidikan tinggi dan meraih profesi-profesi strategis.
“Saya ingin nanti anak petani bisa sekolah tinggi, bisa jadi insinyur, bisa jadi dokter, bisa jadi jenderal. Seperti sekarang, Menteri Pertanian kalian anak petani, Wakil Menteri Pertanian kalian juga anak petani. Sekarang jadi menteri, jadi wakil menteri,” ujarnya dengan bangga.
Presiden bahkan melemparkan candaan khas yang mengundang tawa hadirin: “Kalau mereka petani tulen, kulitnya pasti hitam. Enggak ada petani tulen yang kulitnya putih. Yang putih itu artis film atau penyanyi band. Menteri Pertanian dan Wakil Menteri Pertanian kita pas banget—kalau jalan bareng, harmonis, nomor satu dan nomor dua sama-sama hitam. Kalau malam gelap enggak kelihatan. Yang kelihatan cuma giginya kalau senyum, Saudara-saudara.”
Presiden Prabowo mengaku terkesan dengan produk-produk hilir pertanian yang dipamerkan dalam kunjungannya. Ia melihat langsung hasil inovasi dan kerja keras Kementerian Pertanian bersama petani dan pelaku usaha di seluruh Indonesia.
“Tadi saya lihat produk hilir dari pertanian, luar biasa, Saudara-saudara. Nanti dengan swasembada pangan di mana-mana, tidak hanya beras tapi jagung, singkong, kita akan bisa memenuhi semuanya,” katanya penuh optimisme.
Program swasembada pangan pemerintah tidak berhenti di jagung dan beras. Presiden menegaskan bahwa Indonesia juga akan mencapai swasembada bawang putih, ternak, dan ikan.
“Bawang putih kita harus swasembada, Saudara-saudara. Ternak, ikan, kita akan produksi semuanya secara masif. Kita akan buka ribuan kampung nelayan. Kita akan buka ratusan tambak ikan,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya asupan protein bagi generasi muda Indonesia agar tumbuh kuat, cerdas, dan siap membangun Indonesia yang lebih besar di masa depan.
“Rakyat kita, anak-anak kita harus banyak makan protein. Harus tumbuh kuat, tumbuh cerdas, dan tumbuh menjadi Indonesia Emas yang besar,” katanya dengan tegas.
Presiden juga melaporkan bahwa pendapatan petani dan nelayan telah mengalami peningkatan signifikan. Ia menerima laporan dari Menteri Kelautan dan Perikanan bahwa hasil tangkapan nelayan juga terus meningkat, dan diprediksi akan semakin tinggi di tahun-tahun mendatang.
“Hari ini saya dapat laporan, pendapatan petani kita naik. Menteri Kelautan juga melaporkan hasil nelayan kita naik, dan di tahun-tahun mendatang akan lebih tinggi lagi,” ujarnya.
Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 1.100 kampung nelayan di seluruh Indonesia sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan maritim.
Presiden Prabowo juga menyinggung program unggulan pemerintahannya: Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau 55 juta anak Indonesia dalam satu tahun.
“Hari ini kita sudah beri makan bergizi gratis untuk 55 juta anak Indonesia. 55 juta dalam satu tahun. Tidak ada bangsa lain yang bisa melakukan seperti kita, Saudara-saudara,” katanya dengan penuh kebanggaan.
Presiden mengakui bahwa masih ada desa-desa yang belum menerima program MBG. Namun, ia berjanji bahwa pada Desember 2026, seluruh desa di Indonesia akan menerima program tersebut.
“Saya minta maaf, kemampuan kita terbatas. Tapi Insya Allah, sepanjang tahun 2026, semua desa di Indonesia akan terima MBG. Target kita Desember 2026 semua desa menerima MBG. Semoga bisa lebih cepat. Tapi Desember harus sampai ke semua anak Indonesia dan semua ibu hamil,” tegasnya.
Presiden mengakui bahwa banyak pihak yang skeptis terhadap target swasembada pangan. Bahkan ada yang menyebut bahwa kondisi iklim yang buruk akan menghambat program ini, paling tidak selama dua tahun.
“Saya dengar lagi, ‘Ah tapi kondisi iklim lagi buruk, paling enggak dua tahun.’ Ya sudah, mari kita buktikan. Setiap tahun kita buktikan: swasembada, swasembada, swasembada, swasembada. Tidak hanya beras, jagung, singkong—kita akan mampu memenuhi semuanya nanti,” katanya mantap.
Presiden: “Saya Merasa 30 Tahun Lebih Muda”
Di akhir sambutannya, Presiden Prabowo mengungkapkan betapa bahagianya melihat hasil kerja nyata di lapangan.
“Hari ini saya sangat berterima kasih. Hari ini saya merasa dapat dorongan, saya merasa punya kekuatan energi. Saya merasa jadi 30 tahun lebih muda. Karena tadi saya lihat pendapatan petani kita naik, pendapatan nelayan kita naik, dan akan terus naik di tahun-tahun mendatang,” ujarnya penuh semangat.
Dengan komitmen penuh dari Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta dukungan TNI dan Polri, pemerintah optimis bahwa Indonesia akan segera menjadi negara yang tidak hanya swasembada beras, tetapi juga jagung, bawang putih, ternak, dan ikan—sebuah pencapaian yang akan mengubah wajah ketahanan pangan nasional untuk generasi mendatang.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.