Jamaah Subuh rahimakumullah,

Puasa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Ia adalah kurikulum lengkap dari Allah yang diturunkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 sampai 187, diturunkan pada bulan Sya’ban tahun ke-2 Hijriah.

[Tarhib Ramadhan Pertamina] Tiga Tujuan Puasa Ramadhan - Ustadz Adi Hidayat

Mengapa diturunkan di bulan Sya’ban?
Karena Sya’ban adalah bulan persiapan, agar ketika Ramadhan datang, hati sudah lapang dan siap menerima semua perintah Allah.

Dari sinilah lahir istilah Tarhib Ramadhan:

  • Tarhib berasal dari kata rahaba → melapangkan hati
  • Maknanya: membuka hati selebar-lebarnya untuk menyambut Ramadhan sebagai tamu agung

Ramadhan tidak akan mengubah orang yang tidak siap menerimanya.

(QS. Al-Baqarah: 183)

“Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba ‘alaikumush-shiyām… la‘allakum tattaqūn”

1. Makna Takwa Personal

Takwa personal adalah bekal pribadi untuk perjalanan pulang kepada Allah.

Setiap manusia pasti akan:

  • Meninggalkan dunia
  • Masuk alam barzakh
  • Lalu menuju surga atau neraka

Pertanyaannya:

Apa yang kita bawa pulang?

Harta, jabatan, dan fasilitas dunia tidak ikut masuk kubur.
Yang ikut hanyalah amal shalih.

2. Puasa Sebagai Mesin Pengumpul Amal

Puasa Ramadhan adalah desain Allah yang:

  • Menghidupkan shalat tepat waktu
  • Menggerakkan tilawah Al-Qur’an
  • Menumbuhkan istighfar dan taubat
  • Menahan maksiat, bahkan dari hal kecil

Orang yang biasanya lalai, di Ramadhan:

  • Takut batal puasanya
  • Menahan amarah
  • Menahan lisan
  • Menahan pandangan

Inilah latihan ketakwaan personal.

3. Momentum Taubat Total

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Ramadhan adalah kesempatan reset dosa — kecuali hutang kepada manusia yang harus diselesaikan.

(QS. Al-Baqarah: 187)

Takwa tidak berhenti pada diri sendiri.

Puasa yang benar akan:

  • Melahirkan kepedulian
  • Menguatkan hubungan sosial
  • Menjadikan kebaikan personal terasa oleh orang lain

1. Indikator Takwa Sosial

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, ia mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tersebut.”

Puasa melahirkan:

  • Sedekah
  • Infaq
  • Zakat
  • Kepedulian pada fakir, miskin, yatim
  • Perhatian kepada keluarga dan orang tua

2. Skala Prioritas Infaq Ramadhan

Al-Qur’an mengajarkan urutan:

  1. Orang tua
  2. Keluarga terdekat
  3. Anak yatim dan fakir miskin
  4. Masyarakat luas
  5. Fisabilillah

Jangan jauh-jauh berinfaq, tapi orang tua sendiri terabaikan.

(QS. Al-Baqarah: 185)

“…wa litukabbirullāha ‘alā mā hadākum wa la‘allakum tasykurūn”

1. Makna Syukur yang Hakiki

Syukur bukan hanya ucapan:

  • Lisan: mengucap Alhamdulillah
  • Hati: merasa cukup dan tenang
  • Anggota badan: menggunakan nikmat sesuai kehendak Allah

Puasa melatih:

  • Kesederhanaan
  • Kesabaran
  • Pengendalian diri

2. Buah Syukur: Perubahan Karakter

Orang yang sukses Ramadhan:

  • Lebih tenang
  • Lebih lembut
  • Lebih rajin ibadah
  • Lebih peduli sesama

Itulah sebabnya Idul Fitri disebut kembali:

  • Kembali bersih
  • Kembali lurus
  • Kembali dekat kepada Allah

Jamaah rahimakumullah,

Ramadhan mengingatkan kita pada satu hal:

Kita semua sedang dalam perjalanan pulang.

Celaka orang yang bertemu Ramadhan,

  • Tapi tidak berubah
  • Tidak bertambah taqwa
  • Tidak diampuni dosanya

Sebagaimana doa Jibril عليه السلام yang diaminkan Rasulullah ﷺ:

“Celakalah orang yang mendapati Ramadhan, namun tidak diampuni dosanya.”

Maka mari kita sambut Ramadhan dengan:

  • Hati yang lapang
  • Target ibadah yang jelas
  • Tekad berubah menjadi lebih baik

Doa Penutup

Allahumma bārik lanā fī Sya‘bān wa ballighnā Ramadhān.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________