PUNGGAWANEWS, MAKASSAR – Dalam rangka memperkuat kapasitas dan integritas aparatur sipil negara, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan menyelenggarakan program Ramadan Leadership Camp selama tujuh hari penuh. Kegiatan yang berlangsung 22–28 Februari 2026 mendatang ini akan digelar di Asrama Haji Sudiang, Makassar.
Program pelatihan kepemimpinan bertema religius ini merupakan inisiatif strategis yang digagas langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, sebagai bagian dari upaya transformasi birokrasi di lingkungan pemerintahan provinsi.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulawesi Selatan, Prof. Muhammad Jufri, mengungkapkan bahwa kegiatan ini lahir dari keprihatinan mendalam kepala daerah terhadap pentingnya pemahaman komprehensif para pejabat mengenai tugas pokok dan fungsinya dalam sistem pemerintahan.
“Gagasan besar ini berawal dari arahan Pak Gubernur yang memiliki harapan besar agar seluruh pejabat struktural di jajaran Pemprov Sulsel—mulai dari level Pimpinan Tinggi Pratama Eselon II, Administrator, Pengawas, sampai kepala sekolah—benar-benar menguasai peran serta tanggung jawabnya. Harapannya, ke depan tidak ada lagi kesalahan administratif atau kebijakan yang sebenarnya dapat dicegah sejak awal,” terang Prof Jufri saat memberikan keterangan, Jumat (12/2/2026).
Lebih lanjut dijelaskan, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menetapkan empat pilar utama yang menjadi fokus penguatan kompetensi dalam kegiatan ini. Keempat pilar tersebut meliputi tata kelola keuangan daerah yang akuntabel, mekanisme pengadaan barang dan jasa yang transparan, peningkatan kepatuhan hukum sekaligus upaya preventif terhadap praktik korupsi, serta pembentukan karakter dan moralitas kepemimpinan yang kuat.
Menghadirkan Jajaran Menteri Kabinet Indonesia
Yang menarik perhatian dari kegiatan ini adalah kehadiran sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju yang akan menjadi narasumber utama. Di antaranya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang akan membedah kebijakan strategis pemerintahan dalam negeri, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan materi pengelolaan fiskal dan APBD, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang akan memaparkan strategi ketahanan pangan nasional, serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang diharapkan memberikan perspektif tentang wawasan kebangsaan dan pertahanan negara.
“Rangkaian materi selama tujuh hari akan dikemas dalam bentuk ceramah umum dan sesi pendalaman kebijakan strategis nasional. Kami mengundang langsung para menteri untuk memberikan pencerahan kepada jajaran pejabat Sulsel,” ujar Prof Jufri.
Tidak hanya kalangan eksekutif, panitia juga menghadirkan pimpinan lembaga-lembaga negara strategis. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Isma Yatun akan berbagi pengalaman seputar audit dan pengawasan keuangan negara. Sementara itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto dijadwalkan memberikan pembekalan mengenai strategi pencegahan dan pemberantasan korupsi di tubuh birokrasi.
Turut hadir pula Direktur Jenderal Keuangan Daerah Kemendagri dan pimpinan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) yang akan memberikan panduan teknis terkait regulasi pengadaan dan pengelolaan anggaran daerah.
Narasumber Lokal dari Forkopimda Sulsel
Untuk memperkuat perspektif lokal dan kontekstual, panitia juga menghadirkan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Selatan. Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi akan menyampaikan materi terkait fungsi pengawasan dan legislasi daerah. Kapolda Sulsel Inspektur Jenderal Polisi Djuhandhani Rahardjo Puro diharapkan memberikan wawasan seputar penegakan hukum dan keamanan wilayah.
Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayor Jenderal TNI Bangun Nawoko, akan berbagi materi tentang peran TNI dalam mendukung pembangunan daerah dan ketahanan wilayah. Sedangkan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Didik Farkhan Alisyahd, akan membahas aspek hukum dan penindakan tindak pidana yang melibatkan penyelenggara negara.
“Peserta juga akan mendapatkan materi tambahan dari perwakilan BPK RI Sulawesi Selatan, kalangan akademisi dari berbagai universitas terkemuka, serta para praktisi hukum berpengalaman,” tambah Prof Jufri.
Metode Retreat untuk Pembelajaran Mendalam
Pemilihan format retreat atau pemusatan kegiatan dalam satu lokasi selama seminggu penuh bukanlah tanpa alasan. Menurut Prof Jufri, pendekatan ini dirancang agar proses pembelajaran berlangsung lebih intensif, memberikan ruang refleksi mendalam, sekaligus mengintegrasikan penguatan kompetensi teknis dengan pembinaan mental spiritual dan karakter kepemimpinan.
“Dengan metode retreat, kami berharap para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara kognitif, tetapi juga mengalami transformasi dalam cara berpikir dan bertindak sebagai pemimpin. Kombinasi antara pendalaman regulasi, etika, dan nilai-nilai spiritual di bulan Ramadan akan menjadi modal kuat bagi mereka,” jelasnya.
Diharapkan, setelah mengikuti kegiatan ini, seluruh pejabat struktural Pemprov Sulsel mampu mengimplementasikan prinsip-prinsip good governance—tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, patuh terhadap regulasi, dan sepenuhnya berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Program Ramadan Leadership Camp ini menjadi salah satu bukti keseriusan Pemprov Sulsel dalam mewujudkan reformasi birokrasi yang berkelanjutan dan berintegritas tinggi.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.