PUNGGAWANEWS, JAKARTA – Menjelang Ramadhan dan Perayaan Idulfitri 2026, pemerintah memperkenalkan skema kerja jarak jauh dari lokasi mana pun atau work from anywhere (WFA) sebagai solusi mengendalikan lonjakan arus mudik tanpa perlu menambah kuota libur nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kebijakan WFA ini sama sekali bukan bentuk cuti tersamar. “Ini work from anywhere, bukan libur ya. Ini clear,” tegas Airlangga saat ditemui di Stasiun Gambir, Selasa (10/2).
Airlangga menjelaskan, fleksibilitas waktu kerja ini berlaku baik untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun karyawan sektor swasta. Petunjuk teknisnya akan diatur melalui surat edaran dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) untuk kalangan ASN, serta dari Kementerian Ketenagakerjaan untuk tenaga kerja swasta.
Dorong Ekonomi Sambil Jaga Produktivitas
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menambahkan, penerapan WFA bagi tenaga kerja swasta bertujuan mendongkrak pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2026 tanpa mengorbankan produktivitas kerja.
Jadwal WFA untuk pekerja sektor swasta ditetapkan pada 16-17 Maret 2026, kemudian direkomendasikan kembali pada 25-27 Maret 2026 dengan mempertimbangkan potensi membludaknya arus balik pemudik.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.