PUNGGAWANEWS, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mengalokasikan dana Tunjangan Hari Raya (THR) untuk pegawai negeri sebesar Rp55 triliun pada tahun 2026. Dana tersebut diperuntukkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, rencana penyaluran THR akan dimulai pada periode awal bulan suci Ramadan tahun ini. Namun, pihaknya belum dapat memastikan tanggal eksak pencairan dana tersebut.
“Untuk tanggal pastinya saya belum bisa sampaikan. Yang pasti, kami menargetkan penyaluran sudah dapat direalisasikan di awal-awal masa puasa,” ungkap Purbaya saat memberikan keterangan dalam acara Indonesia Economic Outlook yang digelar di Wisma Danantara, Sabtu (14/2/2026).
Alokasi anggaran THR tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Tercatat kenaikan sebesar 10,22 persen dari tahun 2025 yang hanya mencapai Rp49 triliun.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan menguraikan strategi belanja negara untuk mendongkrak perekonomian nasional pada kuartal pertama 2026. Total belanja negara diproyeksikan mencapai Rp809 triliun dalam tiga bulan pertama tahun ini.
Dikutip dari Bloomberg Technoz Dana tersebut akan difokuskan untuk mengakselerasi berbagai program prioritas pemerintah, termasuk percepatan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialokasikan sebesar Rp62 triliun. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp13 triliun.
“Belanja negara pada kuartal I-2026 akan menyentuh angka Rp809 triliun. Di dalamnya termasuk akselerasi program MBG senilai Rp62 triliun, berbagai pos belanja lainnya, serta paket stimulus ekonomi Rp13 triliun,” papar Purbaya.
Langkah strategis ini ditempuh untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional tetap pada jalur positif. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 berada di rentang 5,5 hingga 6 persen.
“Kami akan mengoptimalkan seluruh belanja yang memungkinkan untuk dieksekusi pada kuartal pertama. Tujuannya jelas, yaitu memastikan momentum pertumbuhan ekonomi kita tetap berlanjut dan berkelanjutan,” tegas Purbaya.
Strategi front-loading atau percepatan belanja di awal tahun ini diharapkan dapat mendorong konsumsi masyarakat dan iklim investasi, yang pada gilirannya akan menopang stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun 2026.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.