Muhammadiyah telah menjalin komunikasi dengan pakar dari berbagai negara seperti Malaysia, Mesir, dan Suriah, serta memanfaatkan jaringan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di luar negeri untuk mensosialisasikan konsep ini.

“Konsep kami bersifat global, sehingga tidak boleh terkungkung. KHGT harus diperkenalkan ke forum internasional,” tegas Arwin.

Ia menambahkan bahwa kalender global memberikan manfaat signifikan, terutama bagi komunitas Muslim minoritas di Eropa dan Amerika yang memerlukan kepastian administratif, termasuk untuk pengajuan cuti hari raya.

“Dengan kalender global, mereka memiliki dasar resmi dalam menentukan waktu beribadah,” katanya.

Diskusi ditutup dengan penegasan bahwa KHGT merupakan proyek jangka panjang Muhammadiyah untuk membangun sistem kalender Islam yang lebih terintegrasi secara global. Meskipun perbedaan masih mungkin terjadi dalam masa transisi, langkah ini dipandang sebagai evolusi pemikiran kalender Islam menuju kesatuan umat.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________