Kajian Subuh bersama Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA
Perjalanan menuju Allah bukanlah jalan yang datar dan mudah. Ia seperti mendaki gunung: melelahkan, membutuhkan jeda, dan kadang menuntut kita untuk berlari ketika ada kesempatan. Maka siapa pun yang diberi peluang untuk berlari mendekat kepada Allah, hendaknya ia bersegera. Salah satu momentum terbesar untuk itu adalah bulan Ramadhan.
Mengapa Ramadhan Harus Disiapkan Sejak Dini?
Pertanyaan yang sering muncul adalah: “Bukankah Ramadhan masih lama? Mengapa harus disambut sejak sekarang?” Padahal para salafus shalih telah memberi teladan. Enam bulan sebelum Ramadhan mereka sudah berdoa:
“Allahumma ballighna Ramadhan”
Ya Allah, sampaikan kami ke bulan Ramadhan.
Mengapa mereka begitu bersungguh-sungguh? Karena mereka memahami betapa mahalnya akhirat dan betapa hinanya dunia. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa tempat seluas satu cambuk di surga lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya. Maka, dunia sebesar apa pun—jabatan, harta, kekuasaan—tidak sebanding dengan satu jengkal surga.
Ramadhan dan Tujuan Takwa
Allah mewajibkan puasa Ramadhan bukan tanpa tujuan. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, Allah berfirman bahwa puasa diwajibkan agar kita bertakwa. Surga yang luasnya seluas langit dan bumi hanya dipersiapkan bagi orang-orang bertakwa, bukan semata bagi orang kaya, sukses, atau berpangkat.
Puasa adalah sarana untuk melatih takwa: mengendalikan syahwat, emosi, dan hawa nafsu. Karena itu Allah juga memberi keringanan bagi yang sakit dan musafir, menunjukkan bahwa syariat ini dibangun atas rahmat, bukan kesulitan.
Keutamaan Besar Bulan Ramadhan
Ketika Ramadhan tiba:
- Setan-setan dibelenggu
- Pintu-pintu surga dibuka
- Pintu-pintu neraka ditutup
- Setiap malam ada hamba yang dibebaskan dari api neraka
Dan yang paling agung, terdapat Lailatul Qadar, satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Malam yang nilainya melampaui umur manusia.
Niat yang Jujur dan Persiapan Nyata
Niat yang benar selalu diikuti persiapan. Orang yang berkata “tidak kuat puasa” sering kali bukan karena tidak mampu, tetapi karena tidak berniat dan tidak mempersiapkan diri. Allah mencela orang-orang yang hanya pandai berbicara tanpa persiapan, sebagaimana disebutkan dalam Surah At-Taubah ayat 46.
Jika niat itu tulus, maka:
- Akan ada persiapan fisik
- Akan ada persiapan ilmu
- Akan ada latihan amal
Tanpa persiapan, keinginan akan dilemahkan oleh Allah.
Bekal Utama Menyambut Ramadhan
Ustadz Syafiq Riza Basalamah menekankan beberapa bekal penting:
1. Meluruskan niat dan tekad
Surga hanya untuk orang yang taat. Siapa yang patuh kepada Rasulullah ﷺ, dialah yang benar-benar ingin masuk surga.
2. Memperbanyak doa
Ironisnya, banyak orang berdoa untuk dunia, tetapi lupa berdoa agar disampaikan ke Ramadhan. Padahal satu malam Ramadhan nilainya lebih dari seluruh gaji seumur hidup.
3. Bertaubat dan meninggalkan dosa
Dosa melemahkan hati dan mematikan semangat ibadah. Hasan Al-Bashri berkata:
“Engkau terhalang dari qiyamul lail karena dosa-dosamu.”
Taubat adalah membersihkan lahan sebelum menanam. Tanpa itu, Ramadhan tak akan berbuah maksimal.
4. Menuntut ilmu fikih Ramadhan
Agar ibadah tidak salah arah. Tanpa ilmu, seseorang bisa “melewati stasiun” Ramadhan tanpa sadar.
5. Latihan amal di bulan Sya’ban
- Puasa sunnah
- Salat malam
- Membaca Al-Qur’an
- Bersedekah
- Memperbanyak zikir
Rasulullah ﷺ hampir berpuasa penuh di bulan Sya’ban karena di bulan inilah amal-amal diangkat kepada Allah.
Ramadhan adalah Bulan Panen
Sebelas bulan adalah waktu menanam dan merawat. Ramadhan adalah waktu memanen. Maka jangan berharap panen melimpah jika tidak pernah menanam.
Orang-orang saleh mampu khatam Al-Qur’an berkali-kali di Ramadhan karena mereka telah berlatih sebelumnya. Sedekah terasa ringan karena hati telah dibersihkan. Salat malam terasa nikmat karena dosa telah ditinggalkan.
Penutup
Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia adalah kesempatan emas yang bisa jadi Ramadhan terakhir dalam hidup kita. Maka siapa yang cerdas, ia akan menyambutnya dengan ilmu, niat yang lurus, taubat yang sungguh-sungguh, dan latihan amal sejak sekarang.
Semoga Allah menyampaikan kita ke bulan Ramadhan, menolong kita mengisinya dengan ketaatan, dan menerima seluruh amal kita.
Allahumma sallimna li Ramadhan, wa sallim Ramadhana lana, wa taqabbalhu minna.
















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.