PUNGGAWANEWS, JAKARTA – Menjelang bulan suci Ramadan dan perayaan Idulfitri 1446 H, Kementerian Pertanian memastikan ketersediaan bahan pangan nasional dalam kondisi surplus. Menteri Pertanian Amran Sulaiman optimistis cadangan pangan Indonesia untuk dua bulan mendatang lebih dari memadai, khususnya untuk 11–12 komoditas strategis.
Pernyataan tersebut disampaikan Amran seusai mengikuti rapat koordinasi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/2). “Dalam menghadapi bulan suci Ramadan, kondisi stok pangan kita untuk dua bulan ke depan mengalami surplus dan lebih dari cukup,” tegas Amran.
Menurutnya, sembilan dari belasan komoditas pokok yang menjadi kebutuhan masyarakat kini sudah mencapai status swasembada. Beberapa bahkan telah memasuki fase ekspor, di antaranya minyak goreng, beras, dan bawang merah. Khusus bawang merah, Amran mengklaim Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga telah mengekspor sekitar 1.000 ton sepanjang tahun 2025.
Meski produksi melimpah, Amran mengakui tantangan terbesar saat ini bukan terletak pada kapasitas produksi, melainkan pada efisiensi rantai pasok dan distribusi. Persoalan logistik dan distribusi inilah yang kerap menyebabkan fluktuasi harga di tingkat konsumen, meski ketersediaan di tingkat produsen mencukupi.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah menerapkan kebijakan pengendalian harga melalui penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Langkah ini ditempuh guna menjaga stabilitas harga di pasaran dan melindungi daya beli masyarakat, terutama di momen-momen penting seperti Ramadan dan Lebaran.
Sejumlah komoditas strategis yang menjadi fokus pengawasan ketat di antaranya beras, minyak goreng, daging sapi, ayam potong, dan telur ayam. Kelima bahan pokok ini dinilai paling sensitif terhadap lonjakan permintaan menjelang hari besar keagamaan.
Dengan jaminan pasokan yang surplus serta penerapan mekanisme kontrol harga, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan tenang tanpa khawatir akan kelangkaan atau kenaikan harga pangan yang tidak terkendali.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.