Summarize the post with AI

“Dibanding tahun-tahun sebelumnya, penjualan tahun ini jauh lebih bagus. Waktu pandemi sempat sepi, tapi mulai tahun lalu sudah membaik dan tahun ini makin ramai,” kata Eli.

Ia mengaku tidak menghitung penjualan berdasarkan kilogram karena banyak pembeli yang langsung membeli dalam jumlah besar. “Ada pelanggan yang beli sampai 10 kotak besar sekaligus. Untuk toples ukuran sedang saja, sudah lebih dari 100 yang terjual,” ungkapnya.

Menariknya, produksi kue kering di Toko Nusa hanya dilakukan menjelang hari besar keagamaan. “Kami mulai produksi saat masuk bulan puasa agar kue tetap fresh. Di hari biasa tidak ada produksi kue kilo-an seperti ini,” jelas Eli.

Terkait daya tahan, Eli memberikan tips kepada konsumen. Kue kering dalam toples tertutup rapat bisa bertahan hingga setahun. “Lebih bagus pakai toples yang ada ulir pemutar supaya tertutup sempurna. Kalau sudah dibuka, sebaiknya dipindah ke toples berputar agar tidak melempem,” sarannya.

Fenomena berburu kue kering menjelang lebaran ini menunjukkan tradisi yang masih kuat di masyarakat Makassar. Warga kini dihadapkan pada pilihan: membeli kue jadi yang praktis atau membuat sendiri di rumah. Yang pasti, kue kering tetap menjadi elemen tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________