PUNGGAWANEWS, DENPASAR – Di balik citra Pulau Dewata yang identik dengan pura megah, tarian tradisional, dan budaya Hindu yang mengakar kuat, tersimpan tradisi unik yang mencerminkan harmoni keberagaman. Megibung, sebuah ritual makan bersama warisan leluhur, menjadi momen istimewa bagi masyarakat Bali, termasuk komunitas muslim, dalam menyambut bulan suci Ramadan.

Tradisi yang telah diwariskan turun-temurun ini bukan sekadar aktivitas kuliner biasa. Megibung memiliki dimensi sosial dan nilai kebersamaan yang mendalam, menjadikannya lebih dari sekadar tradisi makan bersama.

Filosofi Kesetaraan dalam Satu Nampan

Dalam praktik Megibung, para peserta berkumpul melingkar di sekeliling nampan besar berisi hidangan yang melimpah. Semua orang mengambil makanan dari wadah yang sama, duduk sejajar tanpa ada yang lebih tinggi atau rendah posisinya. Konsep ini menegaskan nilai kesetaraan dan kebersamaan yang menjadi ruh dari tradisi ini.

Menjelang Ramadan, tradisi Megibung memperoleh makna yang lebih spesial. Ritual ini dilaksanakan sebelum umat muslim memulai ibadah puasa, dengan tujuan mempererat tali persaudaraan antarwarga. Suasana yang tercipta sangat hangat dan akrab, diiringi obrolan santai tentang keseharian, serta kadang ditemani alunan musik tradisional yang menambah kehangatan momen tersebut.

Momentum Silaturahmi Lintas Komunitas

Biasanya, Megibung diselenggarakan menjelang berbuka puasa pertama atau sebagai wadah silaturahmi antartetangga. Yang menarik, warga non-muslim di sekitar lokasi juga kerap turut merasakan kehangatan kebersamaan ini, menunjukkan tingginya toleransi yang hidup dalam masyarakat Bali.

Di kampung-kampung muslim tua seperti Kepaon, Denpasar, dan Pulau Serangan, Megibung bahkan telah menjadi agenda tahunan yang dinanti-nantikan. Persiapan dilakukan beberapa hari sebelumnya, mulai dari memasak hingga menata nampan besar yang akan dinikmati bersama-sama.

Ragam Kuliner Nusantara dalam Satu Hidangan

Nasi menjadi hidangan utama yang disajikan, dilengkapi dengan berbagai lauk pauk khas Bali seperti ayam betutu, ikan, aneka sayuran, dan sambal yang menggugah selera. Tidak ketinggalan, kue-kue dan jajanan manis turut menghiasi meja untuk sajian berbuka puasa.

Beberapa komunitas bahkan menambahkan menu khusus Ramadan seperti kolak, bubur sumsum, atau es campur, memperkaya cita rasa kuliner Nusantara. Dengan demikian, Megibung juga berfungsi sebagai media pengenalan kekayaan kuliner tradisional kepada generasi muda.

Berbagi Kebahagiaan dengan Sesama

Selain keluarga dan tetangga, beberapa komunitas juga mengundang anak-anak yatim dan warga kurang mampu untuk ikut menikmati hidangan bersama. Kehadiran mereka membuat suasana semakin meriah dan sarat makna kemanusiaan.

Sebuah kisah menarik datang dari Karangasem, di mana seorang warga secara rutin menyelenggarakan Megibung kecil setiap menjelang Ramadan untuk tetangga Hindu yang tinggal di sekitarnya. Mereka duduk bersama, saling berbagi cerita, tips memasak, hingga resep turun-temurun. Tradisi ini membuktikan bahwa nilai kebersamaan mampu melampaui sekat-sekat agama.

Bukti Nyata Toleransi Beragama

Meskipun mayoritas penduduk Bali memeluk agama Hindu, masyarakat di pulau ini telah terbiasa hidup berdampingan secara damai dengan komunitas muslim. Megibung menjelang Ramadan menjadi bukti konkret bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang bagi rasa persaudaraan dan kebersamaan.

Di berbagai daerah, umat Hindu bahkan turut membantu persiapan Megibung—mulai dari menata meja, menyiapkan minuman, hingga ikut menikmati hidangan bersama. Fakta ini menegaskan bahwa tradisi Megibung bukan sekadar ritual makan, melainkan sarana menjalin hubungan sosial lintas agama yang harmonis.

Tradisi Megibung menjadi pengingat bahwa keberagaman adalah kekayaan, dan kebersamaan adalah kekuatan. Dalam setiap nampan yang disajikan, terkandung nilai-nilai luhur yang patut dilestarikan: kesetaraan, toleransi, dan persaudaraan yang tulus tanpa sekat.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________