Summarize the post with AI
Di tingkat kota, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi telah menyatakan niatnya untuk menganggarkan pengadaan kendaraan pengangkut sampah baru pada tahun ini. Namun sambil menunggu realisasi pengadaan tersebut, ia meminta seluruh camat dan lurah untuk tidak berpangku tangan. Appi mendorong jajarannya menyusun diagram alur pengangkutan sampah yang terstruktur dan terukur, guna memastikan waktu pembuangan sampah oleh warga benar-benar selaras dengan jadwal penjemputan oleh petugas.
Appi menekankan bahwa celah waktu antara pembuangan dan pengangkutan sampah harus ditekan sekecil mungkin. Ia mencontohkan, jika warga membuang sampah pukul 10 pagi, maka pengangkutan tidak boleh mundur hingga sore hari karena jeda tersebut justru menjadi pemicu penumpukan sampah yang mengganggu lingkungan dan estetika kota.
Lebih jauh, orang nomor satu di Makassar itu juga mengajak seluruh lurah, camat, hingga pengurus RT dan RW untuk menghadirkan inovasi dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas. Salah satu yang didorong adalah penerapan Teba, yakni metode pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi kompos, sebagai upaya mengurangi volume sampah dari sumbernya sebelum sampai ke tempat pembuangan akhir.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.