Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, TEHERAN – Republik Islam Iran melanjutkan operasi militer besar-besaran bertajuk “True Promise-4” (Janji Sejati-4) dengan mengerahkan berbagai jenis rudal canggih untuk menyerang sejumlah instalasi militer milik Israel dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Operasi pembalasan Iran ini memasuki fase ke-24 sebagai respons atas tewasnya lebih dari 1.000 warga Iran dalam serangkaian serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel. Teheran menyatakan operasi ini sebagai bentuk pembalasan terhadap apa yang disebutnya sebagai “kejahatan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel.”
Rudal-Rudal Canggih Dikerahkan
Dalam operasi yang berlangsung selama dua hari terakhir, pasukan Iran telah meluncurkan berbagai rudal unggulan, termasuk rudal Khorramshahr-4, Fatah, dan Khaybar yang ditembakkan menuju wilayah-wilayah yang dikuasai Israel.
Menurut sumber militer Iran, dua gelombang serangan gabungan menggunakan kombinasi drone kamikaze dan rudal balistik telah berhasil menghancurkan berbagai fasilitas vital di pangkalan udara Al-Udeid. Target yang dilumpuhkan meliputi sistem radar, fasilitas pengendali lalu lintas udara, instalasi komunikasi satelit, serta depot suplai bahan bakar.
Pangkalan AS di Irak Diserang
Serangan balasan Iran juga menyasar pangkalan militer Amerika Serikat di Bandara Erbil, Irak. Laporan yang belum dapat dikonfirmasi secara independen menyebutkan bahwa 11 personel Amerika tewas dalam serangan tersebut.
“Ini adalah balasan atas gugurnya lebih dari 1.000 rakyat Iran akibat agresi Amerika Serikat dan Zionis,” demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh sumber militer Iran.
Radar AS di UEA Hancur
Dalam fase operasi sebelumnya, gelombang ke-22, Iran mengklaim berhasil menghancurkan radar AN/TPY-2 milik Amerika Serikat yang ditempatkan di pangkalan Al-Dhafra, Uni Emirat Arab.
Kerusakan yang dilaporkan juga mencakup hangar pemeliharaan drone MQ-9 Reaper dan pesawat pengintai Lockheed U-2, serta sistem pertahanan udara MIM-104 Patriot milik Amerika Serikat.
Menurut Iran, pangkalan Al-Dhafra di UEA menjadi sumber serangan terhadap sekolah putri di kota Minab, Iran, yang mengakibatkan 165 orang tewas.
Landasan Pacu Kuwait Dilumpuhkan
Serangan balasan Iran juga menghantam pangkalan udara Ali Al Salem di Kuwait. Iran menyatakan berhasil merusak radar peringatan dini, tangki bahan bakar, serta dua landasan pacu yang diklaim digunakan oleh Amerika Serikat untuk meluncurkan serangan terhadap Iran.
Gelombang ke-23 Dimulai
Pada Jumat malam, gelombang ke-23 operasi “True Promise-4” yang diberi sandi “Ya Sahib al-Zaman” telah dimulai. Sejak Jumat pagi, angkatan laut dan angkatan darat Iran melancarkan serangan terkoordinasi menggunakan artileri berat terhadap berbagai target, termasuk:
- Pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat
- Minhad Air Base
- Camp Udairi
- Wilayah-wilayah yang dikuasai Israel
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi independen mengenai kerusakan yang ditimbulkan dari serangan-serangan tersebut. Baik pihak Amerika Serikat maupun Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim-klaim Iran.
Eskalasi militer ini menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah yang sudah bergejolak, dan menimbulkan kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.