Namun, tantangan utama Bitcoin terletak pada kinerja tahunan. Menjelang akhir tahun, BTC tercatat masih melemah sekitar 6,1% secara year-to-date (YTD). Kondisi ini membuka kemungkinan terbentuknya candle tahunan merah pertama setelah peristiwa halving, yang berpotensi menggoyahkan teori siklus empat tahunan Bitcoin.
Co-founder Material Indicators, Keith Alan, menekankan bahwa harga penutupan tahunan memiliki signifikansi lebih besar dibandingkan fluktuasi intraday.
“Pergerakan wick di atas atau di bawah level kunci adalah hal yang wajar. Yang terpenting adalah harga penutupan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa level pembukaan tahunan di sekitar US$93.500 masih berpeluang untuk diuji kembali sebelum akhir tahun. Jika Bitcoin gagal menembus area tersebut, maka penutupan tahun 2025 dapat menjadi catatan penting yang menantang narasi klasik siklus empat tahunan di pasar kripto.
Berdasarkan data CoinMarketCap pada pukul 21.50 WIB, harga Bitcoin tercatat di level US$87.934, menguat 0,52% dalam 24 jam terakhir, namun masih terkoreksi 0,02% dalam sepekan.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.